Kemarau Ganggu Air Baku, Wali Kota Cek Pengerukan Mulut Intake Sungai Bilu
- 26 Agt 2026 00:07 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kemarau telah mengganggu proses pengolahan air baku Perumda Air Minum (PAM) Bandarmasih. Kondisi itu membuat Pemerintah Kota Banjarmasin turun langsung memantau sumber air baku, salah satunya di Intake Sungai Bilu.
Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, meninjau langsung kondisi Intake Sungai Bilu sekaligus memantau proses pengerukan di bagian mulut intake, Selasa malam, 25 Agustus 2026. Pengerukan dilakukan untuk mengangkat sedimentasi yang selama ini tidak pernah terangkat dan menghambat aliran air.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan air Sungai Bilu ketika debit sungai mengalami penyusutan akibat kemarau. Yamin mengatakan, kondisi sumber air baku harus terus dipantau agar pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan, terutama di wilayah yang terdampak.
“Yang kita lihat bagaimana air baku ini bisa dimaksimalkan. Kita berharap dengan pengerukan ini aliran air menjadi lebih lancar sehingga PAM Bandarmasih bisa mendapatkan air baku secara maksimal,” ujar Yamin.
Menurutnya, upaya tersebut penting dilakukan mengingat kondisi sungai turut dipengaruhi pasang surut dan intrusi air laut. Karena itu, pemanfaatan air baku harus diatur agar proses pengolahan tetap optimal.
Di lokasi yang sama, Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, menjelaskan pengerukan mulut Intake Sungai Bilu difokuskan untuk mengurangi sedimentasi yang mengendap di sekitar jalur masuk air. Sehingga pada saat air surut, air sungai bisa kita manfaatkan sebagai air baku semaksimal mungkin.
“Tujuan pengerukan ini untuk mengangkat sedimentasi sehingga air bisa lebih lancar masuk ke intake. Pada saat air surut, air sungai bisa kita manfaatkan sebagai air baku semaksimal mungkin,” ujar Zulbadi.
Ia menerangkan, kondisi air saat pasang menjadi persoalan tersendiri karena adanya intrusi air laut. Kandungan air yang terpengaruh intrusi tersebut membuatnya tidak dapat langsung diolah menjadi air baku.
“Kalau pasang, airnya terpengaruh intrusi air laut sehingga tidak bisa kita olah. Karena itu, pada saat surut kita harus bisa mengambil air sebanyak dan semaksimal mungkin,” katanya.
Zulbadi menambahkan, optimalisasi Intake Sungai Bilu diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan air baku PAM Bandarmasih di tengah kondisi kemarau.
Dengan pasokan air baku yang lebih maksimal, proses pengolahan dan distribusi air bersih diharapkan tetap lancar, khususnya untuk wilayah Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Utara bagian kiri.
“Kita berharap pengolahan air baku bisa maksimal. Dengan begitu distribusi air bersih ke wilayah Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Utara sebelah kiri bisa tetap berjalan lebih lancar,” ucapnya, mengakhiri.
Sebelumnya, fenomena intrusi air laut ke Sungai Bilu dilaporkan kian parah seiring berlangsungnya musim kemarau panjang yang melanda wilayah Banjarmasin. Kondisi ini menyebabkan tingkat kandungan garam pada sumber air baku tetap bertahan pada konsentrasi yang sangat tinggi.
Berdasarkan pantauan sepanjang Sabtu, 22 Agustus 2026, kadar garam di Intake Sungai Bilu stabil berada di atas angka 1.000 ppm. Akibat tingkat salinitas yang tidak memungkinkan untuk diolah tersebut, PAM Bandarmasih mengambil keputusan untuk menghentikan total proses produksi.
Penghentian produksi secara menyeluruh ini berdampak langsung pada penurunan debit distribusi air yang sangat signifikan di berbagai kawasan layanan. Manajemen memperingatkan bahwa situasi darurat ini berpotensi menyebabkan aliran air terhenti hingga mati total di seluruh wilayah Kota Banjarmasin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....