Sekolah Prioritaskan Kesehatan Murid saat Kabut Asap

  • 29 Agt 2026 13:04 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan berdampak terhadap aktivitas pendidikan. kementerian pendidikan dasar dan menengah mendorong satuan pendidikan pembelajaran secara aman mengutamakan kesehatan warga sekolah. Jum’at, 28 Agustus 2026.

Dalam situasi bencana, terdapat tiga prinsip yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan pembelajaran, keselamatan warga sekolah prioritas utama. Selain itu, hak belajar murid tetap terpenuhi dan upaya pemulihan pasca bencana perlu disiapkan sejak awal.

Di kota Banjarmasin, kabut asap turut mempengaruhi aktivitas pembelajaran di sejumlah sekolah, salah satunya SDN pangeran 3 Banjarmasin. Sekolah memilih mengurangi kegiatan di luar kelas dan memaksimalkan proses mengajar di dalam ruangan.

Plt Kepala SDN Pangeran 3 Banjarmasin, Ahmad Syadzali, mengatakan memburuknya kualitas udara membuat orang tua khawatir terhadap kondisi kesehatan anak. Kekhawatiran terutama ketika murid harus ruangan sehingga sekolah melakukan penyesuaian untuk mengurangi paparan kabut asap.

“Kami mengimbau murid menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Murid juga kami imbau untuk mencukupi kebutuhan air putih, sementara kondisi ruang kelas diupayakan tetap nyaman agar pembelajaran berjalan optimal,” ujarnya.

Ia mengatakan asep perlu menjadi perhatian bersama karena dampaknya tidak hanya dirasakan dalam aktivitas pendidikan. Kondisi ini juga berpotensi mengganggu kesehatan, terutama bagi anak yang lebih rentan mengalami gangguan pernapasan.

“Kami harap kabut asap segera berlalu sehingga aktivitas sekolah dapat kembali berjalan normal. Selain itu, kami juga berharap masyarakat bersama-sama menjaga kesehatan dan lingkungan agar risiko dampak Karhutla dapat diminimalkan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....