Imbas Kabut Asap Kalsel, Orang Tua Anak Down Syndrome Pilih Mengungsi

  • 28 Agt 2026 17:13 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan mulai berdampak serius pada kesehatan warga. Kelompok rentan seperti anak berkebutuhan khusus menjadi salah satu pihak yang paling terdampak kondisi ini.

Hal tersebut diungkapkan Ketua PIK POTADS Kalsel, Sigit Bayuadhi yang terpaksa mengungsikan anaknya yang mengidap down syndrome dari Banjarbaru ke Banjarmasin. Langkah tersebut diambil karena kondisi udara di Banjarbaru yang masih diselimuti kabut asap.

"Anak saya yang ada bawaan penyakit jantung bocor dia sudah mulai sesak napas, batuk, dan juga pusing. Artinya ini memang sudah harus saya selamatkan dari asap yang tidak bersahabat ini," ujarnya kepada RRI, Selasa, 25 Agustus 2026.

Sigit mengaku sempat memilih bertahan di Banjarbaru bersama keluarganya. Namun, pekatnya kabut asap karhutla memaksa dirinya memindahkan sang anak dan istri demi menjaga keselamatan keluarganya.

"Kemarin saya sudah bawa berobat anak saya. Alhamdulillah sampai sekarang masih kuat tetapi batuknya masih muncul terus," katanya.

Sigit menyebut proses penyembuhan anak berkebutuhan khusus membutuhkan waktu lebih lama. Kondisi tersebut semakin berat apabila anak memiliki riwayat penyakit penyerta.

Kekhawatiran serupa turut dirasakan oleh Tika, orang tua dengan anak berkebutuhan khusus lainnya. Ia mengaku kini harus ekstra ketat menjaga buah hatinya dari paparan kabut asap.

"Memang selama ini kami selalu menggunakan masker kalau bepergian keluar rumah. Tapi, kondisi sekarang di dalam rumah pun asapnya sangat pekat dan baunya menyengat," ujarnya.

Tika menambahkan bahwa mengarahkan anak down syndrome memerlukan perhatian serta kesabaran ekstra. Orang tua harus terus memberikan pemahaman agar anak mau menjaga diri saat terjadi bencana asap.

"Saya beruntung karena anak saya termasuk yang mudah untuk diingatkan. Karena kebanyakan anak-anak seperti mereka ini sering tidak nyaman, contohnya saat diminta menggunakan masker," ucapnya menambahkan.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kalsel mencatat kasus ISPA kini telah menembus angka 46.000 kasus. Dalan sepekan rata-rata temuan kasus bahkan mencapai 7.600 kasus ISPA.

Kondisi ini mengalami peningkatan signifikan ini terjadi saat kabut asap karhutla mulai menyelimuti wilayah Kalsel. Kendati demikian, Dinkes Kalsel mencatat adanya penurunan kasus dalam sepekan terakhir.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap yang masih terjadi. Upaya ini dapat dilakukab dengan mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker, serta menjaga asupan nutrisi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....