Pembelajaran Jarak Jauh di tengah Kabut Asap Banjarmasin, Ini Dampaknya:

  • 16 Sep 2026 16:08 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Banjarmasin menunjukkan penurunan. Data harian per 15 September 2026 mencatat sebanyak 243 kasus, setelah sebelumnya sempat mencapai angka tertinggi 606 kasus pada 9 September 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah, mengatakan penurunan tersebut tidak terlepas dari sejumlah langkah yang dilakukan untuk mengurangi paparan masyarakat terhadap kualitas udara yang buruk. Salah satunya kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang kembali diterapkan di seluruh satuan pendidikan turut mengurangi aktivitas anak-anak di luar rumah.

Selain itu, kesadaran masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah juga dinilai memberikan pengaruh terhadap penurunan kasus. “Kalau kita lihat data hariannya, memang terjadi penurunan. Ini tentu ada pengaruh dari kebijakan PJJ dan kesadaran masyarakat menggunakan masker ketika berada di luar rumah,” ujar Yanuar, Rabu, 16 September 2026.

Ia menilai penerapan PJJ dapat mengurangi mobilitas pelajar dan paparan langsung terhadap udara luar, terutama ketika kualitas udara sedang memburuk. “PJJ ini mengurangi aktivitas anak-anak di luar rumah. Ditambah masyarakat sekarang semakin sadar untuk menggunakan masker ketika keluar rumah. Ini menjadi salah satu upaya perlindungan dari paparan udara yang tidak sehat,” katanya, menambahkan.

Meski angka kasus harian menurun, Dinkes Banjarmasin tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Penggunaan masker, mengurangi aktivitas di luar rumah saat kualitas udara memburuk, serta menjaga kondisi tubuh tetap menjadi langkah penting untuk mencegah gangguan pernapasan.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin kembali memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi seluruh satuan pendidikan mulai 16 hingga 18 September 2026. Kebijakan tersebut diambil setelah kualitas udara di Kota Banjarmasin kembali memburuk.

Berdasarkan pemantauan pada Selasa, 15 September 2026 pukul 14.00 WITA, indeks kualitas udara tercatat mencapai 368 atau masuk kategori bahaya. Pemberlakuan PJJ ini menjadi keputusan lanjutan setelah sebelumnya Pemerintah Kota Banjarmasin kembali menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) pada 14 dan 15 September 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....