Kolaborasi Jadi Kunci Cegah Intoleransi di Kalimantan Selatan
- 28 Agt 2026 15:57 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Kerukunan masyarakat Kalimantan Selatan yang hidup berdampingan dalam keberagaman memerlukan penjagaan berkelanjutan menghadapi potensi masuknya paham intoleransi.
- Kolaborasi pemerintah, aparat, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam mencegah perkembangan intoleransi di Kalimantan Selatan.
- Masyarakat Kalimantan Selatan telah membuktikan kemampuan hidup nyaman dan damai dengan keberagaman suku bangsa selama puluhan tahun.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kerukunan masyarakat Kalimantan Selatan yang hidup berdampingan dalam keberagaman perlu terus dijaga di tengah potensi masuknya paham intoleransi. Kolaborasi pemerintah, aparat, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah intoleransi berkembang di daerah.
Hal tersebut disampaikan Penelaah Teknik Kebijakan di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pemprov Kalsel, Alfianoor, S.Th.I., M.IP., dalam acara Moderasi Beragama, Selasa, 18 Agustus 2026. Ia mengatakan masyarakat Kalimantan Selatan selama puluhan tahun telah hidup nyaman dan damai dengan keberagaman suku bangsa.
Menurut Alfianoor, intoleransi sebelumnya belum banyak dikenal masyarakat secara luas. Namun, perkembangan berbagai gerakan ideologi dari luar dalam beberapa dekade terakhir membuat potensi intoleransi perlu menjadi perhatian bersama.
Ia mengatakan Kalimantan Selatan memiliki potensi kerawanan terhadap ancaman radikal, tetapi masyarakat hingga kini mampu mempertahankan kondisi yang aman dan damai. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak dalam menjaga kerukunan.
“Dari sana memang ada kerja keras di belakang layar, khususnya dari Densus 88 dan lembaga-lembaga pemerintah lain,” ujarnya. “Masyarakat serta organisasi kemasyarakatan juga bekerja sama untuk terus mengawasi segala bentuk potensi intoleransi.”
Alfianoor mengatakan kekhawatiran terhadap berkembangnya intoleransi tetap ada sehingga upaya pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, pengawasan dan kerja sama lintas pihak diperlukan agar berbagai potensi ancaman dapat diantisipasi sejak dini.
“Kami percaya bahwa masyarakat Kalimantan Selatan terus berusaha bersama pihak pemerintah dan lembaga yang lain untuk terus menjaga Kalimantan Selatan,” ujarnya. “Intoleransi sebagai salah satu paradigma atau pola berpikir diharapkan tidak berkembang di Kalimantan Selatan.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....