Kemerdekaan Dimaknai dengan Menjaga Toleransi dan Persatuan

  • 28 Agt 2026 15:27 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Kemerdekaan mencakup makna lebih luas yaitu kebebasan dari prasangka, kebencian, dan intoleransi di samping kebebasan dari penjajahan.
  • Masyarakat memiliki peran krusial dalam merawat harmoni dan menjaga persatuan NKRI di tengah keberagaman suku, adat, dan agama.
  • Mengisi kemerdekaan dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan positif yang mendukung kemajuan dan pembangunan bangsa Indonesia.

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai kebebasan dari penjajahan, tetapi juga terbebas dari prasangka, kebencian, dan intoleransi. Di tengah keberagaman suku, adat, dan agama, masyarakat memiliki peran penting dalam merawat harmoni serta menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Pencegahan Satgaswil Kalsel Densus 88 AT Polri, Ipda Alim S., S.H., dalam acara Moderasi Beragama, Selasa, 18 Agustus 2026. Menurutnya, mengisi kemerdekaan dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan positif yang mendukung kemajuan bangsa.

“Dalam upaya mengisi kemerdekaan ini, tentunya kita juga memberikan hal-hal yang positif,” ujarnya. “Kegiatan-kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya untuk mengisi kemajuan bangsa ini.”

Alim mengatakan, ancaman paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di Kalimantan Selatan masih perlu mendapat perhatian. Kondisi tersebut menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat persatuan.

“Menurut data yang dirilis oleh BNPT, tentunya juga data dari Densus 88, Kalimantan Selatan menurut Indeks Potensi Ancaman Radikal yang sudah dikeluarkan oleh BNPT pada 2024 menduduki peringkat ke-20,” ujarnya menambahkan. I”ndeks potensi ancaman radikal tersebut sebesar 12,10 persen.”

Ia menjelaskan, Indeks Potensi Ancaman Radikal di Kalimantan Selatan pada 2025 mengalami peningkatan hingga menempatkan provinsi tersebut di peringkat keenam dengan nilai 13,10 persen. Data tersebut menunjukkan pentingnya kewaspadaan bersama terhadap potensi ancaman yang dapat mengganggu kerukunan dan persatuan.

“Dari data yang telah disebutkan, artinya kita harus waspada dan ini menjadi perhatian kita semuanya,” ujarnya. “Apa yang sudah dirilis oleh BNPT ini menjadi sinyal bahwa kita harus benar-benar waspada dalam situasi saat ini.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....