Semangat Kemerdekaan melalui Karya dan Budaya
- 20 Agt 2026 19:07 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Program Panderan Baisukan RRI Pro4 Banjarmasin mengangkat tema Semarak Kemerdekaan Indonesia dengan melibatkan MABAR (Madihin Bahabar) sebagai bentuk perayaan kemerdekaan melalui seni dan budaya.
- Fadil dan Sahril menekankan bahwa kreativitas dan kecintaan terhadap budaya daerah merupakan cara efektif bagi generasi muda untuk memberikan kontribusi positif dalam mengisi kemerdekaan.
- Pelestarian budaya dan karya seni dianggap sebagai bagian integral dari semangat kemerdekaan yang tidak hanya dirayakan melalui upacara formal tetapi juga melalui ekspresi budaya lokal.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara dan berbagai perlombaan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui karya seni dan pelestarian budaya. Semangat tersebut menjadi pembahasan dalam program Panderan Baisukan RRI Pro4 Banjarmasin, Kamis, 20 Agustus 2026, bersama MABAR (Madihin Bahabar) dengan tema “Semarak Kemerdekaan Indonesia”.
Program tersebut menghadirkan Fadil dan Sahril sebagai narasumber yang membahas peran generasi muda dalam mengisi kemerdekaan. Keduanya menilai kreativitas dan kecintaan terhadap budaya daerah menjadi salah satu cara generasi muda memberikan kontribusi positif bagi bangsa.
Fadil menyampaikan bahwa seni madihin memiliki potensi besar untuk terus berkembang di kalangan generasi muda. Madihin yang identik dengan syair, spontanitas, humor, dan pesan kehidupan dapat dikemas dengan bahasa yang lebih dekat dengan keseharian anak muda tanpa menghilangkan karakter budayanya.
“Madihin itu bukan hanya hiburan, tetapi juga bisa menjadi cara untuk menyampaikan pesan,” ujarnya. “Selain itu, madihin juga dapat memperkenalkan budaya Banjar kepada generasi muda.”
Sementara itu, Sahril menilai perkembangan teknologi dan media sosial dapat menjadi peluang untuk melestarikan kesenian tradisional. Konten madihin yang kreatif dan menarik dapat menjangkau masyarakat lebih luas, termasuk generasi muda yang sehari-hari dekat dengan dunia digital.
“Sekarang tantangannya bagaimana budaya tradisional bisa kita kemas dengan cara yang kekinian,” katanya. “Dengan begitu, anak muda tertarik untuk mengenal dan ikut melestarikannya.”
Menurut Sahril, semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan dengan menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri. Generasi muda tidak harus melakukan sesuatu yang besar untuk menunjukkan kecintaan kepada Indonesia, karena belajar, berkarya, berprestasi, dan menjaga budaya daerah juga menjadi bagian dalam mengisi kemerdekaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....