Peran Generasi Muda Mengisi Kemerdekaan dengan Karya Nyata

  • 18 Agt 2026 19:44 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Peringatan HUT ke-81 RI dijadikan momentum bagi generasi muda untuk memaknai kemerdekaan secara lebih mendalam melalui karya nyata, bukan sekadar upacara seremonial.
  • Saidatun Nafisah, Koordinator Saka Bhayangkara, menekankan bahwa kemerdekaan adalah tanggung jawab yang harus diisi dengan aksi konkret oleh generasi muda.
  • Diskusi tentang peran anak muda dalam memaknai kemerdekaan diselenggarakan di Banjarmasin melalui program WOOSH di RRI Pro2 Banjarmasin pada Senin, 17 Agustus 2026.

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi generasi muda untuk memaknai kemerdekaan secara lebih mendalam. Kemerdekaan tidak lagi dimaknai sebatas upacara bendera atau perayaan seremonial, tetapi sebagai tanggung jawab yang harus diisi melalui karya nyata.

Semangat tersebut mengemuka dalam diskusi bertajuk peran anak muda dalam memaknai kemerdekaan yang digelar bertepatan dengan HUT ke-81 RI di Banjarmasin. Hal itu disampaikan Koordinator Saka Bhayangkara, Saidatun Nafisah, saat menjadi narasumber dalam program WOOSH di RRI Pro2 Banjarmasin, Senin, 17 Agustus 2026.

Menurut Saidatun, kebebasan yang diperoleh melalui kemerdekaan harus disertai kesadaran akan batasan dan tanggung jawab sosial. Ia menekankan pentingnya sikap bijak, terutama dalam menggunakan media sosial, agar kebebasan berekspresi tidak mengganggu hak dan kenyamanan orang lain.

“Kemerdekaan bukan berarti bebas tanpa batas,” ujar Saidatun. “Kebebasan harus disertai tanggung jawab, etika, dan penghormatan terhadap hak orang lain, termasuk dalam bermedia sosial.”

Selain kebebasan, Saidatun turut menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Derasnya arus informasi, krisis identitas akibat globalisasi, hingga individualisme dinilai perlu dihadapi dengan kemampuan menyaring informasi dan memperkuat jati diri bangsa.

Senada dengan Saidatun, Koordinator Saka Bhayangkara lainnya, Huda, menyoroti peran konkret yang dapat diambil generasi muda di era kemerdekaan. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai bidang, mulai dari pendidikan, digitalisasi, pelestarian budaya, kegiatan sosial, hingga pengembangan ekonomi kreatif.

“Anak muda harus menjadi pengguna teknologi yang cerdas, bukan sekadar konsumen,” kata Huda. “Melalui teknologi, kita bisa menyebarkan edukasi, promosi budaya, dan informasi positif bagi masyarakat luas.”

Huda menambahkan, kontribusi generasi muda juga dapat diwujudkan melalui pelestarian budaya lokal, kegiatan kemanusiaan, hingga pengembangan usaha kecil berbasis kreativitas. Menurutnya, sinergi antara semangat kebangsaan dan inovasi menjadi kunci agar makna kemerdekaan tetap relevan bagi generasi masa kini.

Terkait langkah nyata yang dapat dilakukan, Huda mengajak generasi muda membangun kesadaran melalui hal-hal sederhana, seperti disiplin diri, kepedulian terhadap lingkungan, serta aktif dalam komunitas dan organisasi. Ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi turut mengambil peran sebagai pelaku perubahan.

Saidatun dan Huda sepakat bahwa memaknai kemerdekaan bukan sekadar mengenang jasa para pahlawan, tetapi melanjutkan perjuangan melalui peran masing-masing. Semangat kemerdekaan diharapkan terus hidup dalam setiap langkah generasi muda untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....