Guru SD Kabupaten Banjar Didorong Ciptakan Game Edukasi untuk Pembelajaran
- 28 Agt 2026 08:36 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar menyelenggarakan pelatihan pembuatan game edukasi untuk guru sekolah dasar guna meningkatkan kualitas pembelajaran.
- Pelatihan berlangsung 26-28 Agustus 2026 di Aula KH Kasyful Anwar dengan pendekatan belajar sambil bermain yang mengintegrasikan kegiatan edukatif dan rekreatif.
- Guru didorong memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif bagi peserta didik di era transformasi digital.
RRI.CO.ID, Martapura – Guru sekolah dasar di Kabupaten Banjar didorong memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik bagi peserta didik. Salah satu upaya dilakukan melalui pelatihan pembuatan game edukasi yang memadukan kegiatan belajar dengan bermain.
Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar melalui Bidang Pembinaan SD menggelar Pelatihan Game Edukasi Belajar Sambil Bermain Jenjang Sekolah Dasar Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Aula KH Kasyful Anwar pada 26 hingga 28 Agustus 2026.
Pelatihan tersebut diikuti guru Fase A atau guru kelas rendah SD se-Kabupaten Banjar. Peserta dibekali kemampuan memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran yang menarik dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Hj. Liana Penny mengatakan perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam dunia pendidikan. Kondisi tersebut mendorong guru mengembangkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan bermakna.
“Game edukasi tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat menjadi media yang efektif untuk meningkatkan motivasi dan kreativitas peserta didik,” ujar Liana. “Selain itu, media ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir serta keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran.”
Liana menyebut pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada pemahaman teknologi. Guru juga didorong lebih kreatif dalam merancang media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Peserta pelatihan diarahkan aktif berdiskusi, mencoba, dan mengembangkan ide selama kegiatan berlangsung. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing.
Pelatihan juga diarahkan untuk menghasilkan produk game edukasi sederhana yang kreatif dan relevan dengan materi pembelajaran. Dengan demikian, guru diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan media pembelajaran secara mandiri.
“Saya berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti setelah kegiatan ini selesai, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan di satuan pendidikan masing-masing,” katanya. “Mari kita bangun budaya inovasi untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, dan berpusat pada peserta didik.”
Pemanfaatan game edukasi diharapkan dapat memberikan alternatif bagi guru dalam menyampaikan materi kepada siswa kelas rendah. Pendekatan belajar sambil bermain juga dapat membuat peserta didik lebih aktif terlibat selama proses pembelajaran.
Melalui pelatihan tersebut, Disdik Kabupaten Banjar mendorong peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan. Kemampuan menciptakan media pembelajaran digital diharapkan dapat mendukung proses belajar yang lebih kreatif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....