Maulid Nabi Jadi Momentum ASN Tingkatkan Kualitas Pelayanan
- 28 Agt 2026 08:23 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Kabupaten Banjar dijadikan momentum untuk menguatkan kembali keteladanan dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara.
- Bupati Banjar H. Saidi Mansyur mengajak ASN mengambil hikmah dari peringatan Maulid untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
- Kegiatan Maulid diselenggarakan di Aula KH Kasyful Anwar, Martapura, pada hari Kamis tanggal 27 Agustus 2026 pagi dengan pembacaan syair Maulid dan ayat suci Al-Qur'an.
RRI.CO.ID, Martapura – Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar menjadi momentum untuk menguatkan kembali keteladanan dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN). Bupati Banjar H. Saidi Mansyur mengajak ASN mengambil hikmah dari peringatan tersebut untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Peringatan Maulid digelar di Aula KH Kasyful Anwar, Martapura, Kamis, 27 Agustus 2026 pagi. Pembacaan syair Maulid dan ayat suci Al-Qur'an membuat suasana kegiatan berlangsung khusyuk.
Bupati Banjar H. Saidi Mansyur meminta seluruh pimpinan dan ASN yang hadir mengikuti rangkaian majelis dengan penuh perhatian. Ia berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat dan keberkahan bagi seluruh peserta.
“Di sini adem dan tenang. Kita fokus mendengarkan syair Maulid, fokus dengan majelis ini,” ujar Saidi. “Mudah-mudahan pimpinan dan kita semua yang hadir mendapatkan manfaat dan keberkahan dari majelis yang kita hadiri pada hari ini.”
Saidi menjelaskan, peringatan Maulid Nabi tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kecintaan kepada Rasulullah saw. Momentum tersebut juga menjadi pengingat bagi ASN untuk meneladani sikap Rasulullah dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Saidi mengaitkan keteladanan Nabi Muhammad saw dengan tema Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar, yakni “Banjar Ditata, Banjar Dijaga”. Menurutnya, makna tema tersebut tidak hanya mencakup pembangunan daerah, tetapi juga penataan perilaku aparatur.
“Transformasi birokrasi yang sudah kita jalankan, salah satunya Banjar Ditata, tentu bukan hanya merapikan administrasi dan mempercantik infrastruktur kota,” katanya. “Kita juga harus menata perilaku dalam melaksanakan tugas, khususnya melayani masyarakat lebih cepat, efisien, dan juga lebih manusiawi.”
Sementara itu, konsep “Banjar Dijaga” menurut Saidi berkaitan dengan upaya mempertahankan keharmonisan dan kerukunan masyarakat. Ia meminta ASN mengedepankan sikap saling menghormati serta menghindari ego sektoral dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Kita harus menjaga keharmonisan dan saling memberikan dukungan,” ucapnya. “Kita juga harus saling menghormati dan menghargai satu sama lain.”
Saidi juga mengingatkan ASN agar menggunakan media sosial secara bijak. Menurutnya, media sosial sebaiknya dimanfaatkan untuk mendukung kepentingan pelayanan publik dan penyampaian informasi kepada masyarakat.
“Media sosial sangat terbuka. Hati-hati para pegawai ASN,” katanya. “Kalau hendak live, khusus pelayanan saja. Kalau live-live saja, cuma berbincang atau ngobrol tidak jelas, tidak usah dilakukan.”
Selain persoalan pelayanan publik, Saidi menginstruksikan seluruh SKPD meluangkan waktu satu jam setiap Jumat untuk melakukan kegiatan bersih-bersih di lingkungan sekitar kantor. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari kepedulian aparatur terhadap kebersihan lingkungan.
Saidi juga menyoroti kondisi kekeringan dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi perhatian. Pemerintah Kabupaten Banjar bersama Majelis Ulama Indonesia sebelumnya telah melaksanakan Salat Istisqa, sementara pemantauan kondisi kebencanaan terus dilakukan melalui BPBD.
“Mudah-mudahan kebencanaan asap akibat karhutla ini segera berakhir, kekeringan ini segera berakhir. Melalui Salat Istisqa, mudah-mudahan hujan segera turun,” ujarnya.
Dalam tausiah, Habib Fahmi Ba'abud mengajak jemaah menempatkan Rasulullah saw sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan tersebut dinilai dapat diterapkan dalam menjalankan pekerjaan, kehidupan keluarga, maupun hubungan bermasyarakat.
“Walaupun kita menjadi anak buah, jadilah contoh yang baik, tentu terhadap diri kita sendiri, keluarga, dan sahabat-sahabat kita,” ucapnya. “Karena dengan contoh tersebut, itu bersumber daripada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.”
Habib Fahmi juga mengingatkan pentingnya bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga sebagai bagian dari ikhtiar mencari rida Allah Swt. Ia turut mengajak umat memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad saw.
“Berselawat satu kali mendapatkan 10 kebaikan. Jadi umat Nabi Muhammad umurnya pendek-pendek, tetapi bisa memiliki pahala yang besar,” ujarnya.
Peringatan Maulid Nabi kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Habib Fahmi Ba'abud. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekda Banjar H. Yudi Andrea, Ketua TP PKK Kabupaten Banjar Hj. Nurgita Tiyas, para asisten, staf ahli, kepala SKPD, direktur perusahaan daerah, kepala bagian, serta jajaran staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....