Maulid Nabi Jadi Momentum Meneladani Sunah Rasul

  • 27 Agt 2026 20:14 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Peringatan Maulid Nabi Muhammad hendaknya tidak sekadar seremonial, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dalam meneladani sunah beliau.
  • Substansi utama peringatan kelahiran Rasulullah adalah menghidupkan kembali ajaran-ajaran kenabian di tengah masyarakat.
  • Kecintaan kepada Nabi Muhammad menuntut setiap muslim mengikuti pola hidup dan budi pekerti luhur yang telah dicontohkan oleh Rasulullah.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw hendaknya tidak sekadar diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dalam meneladani sunah beliau. Substansi utama peringatan kelahiran Rasulullah saw adalah menghidupkan kembali ajaran-ajaran kenabian di tengah masyarakat.

Dalam siaran Kuliah Subuh RRI Pro 1 Banjarmasin, Rabu, 26 Agustus 2026, Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Ustaz Husaini, menegaskan bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad saw menuntut setiap muslim mengikuti pola hidup dan budi pekerti luhur yang telah dicontohkan. Menurutnya, menghidupkan sunah Nabi merupakan salah satu bentuk nyata kecintaan kepada Rasulullah saw.

"Orang yang menghidupkan sunah Nabi merupakan wujud nyata cinta kepada Rasulullah. Kelak, ia akan bersama Rasulullah di surga," ujarnya.

Ustaz Husaini mengutip penjelasan Sayidah Aisyah ra bahwa akhlak Rasulullah saw merupakan cerminan dari kandungan Al-Qur'an. Oleh karena itu, mempelajari dan mengamalkan Al-Qur'an menjadi salah satu jalan untuk menyempurnakan karakter seorang muslim.

Kesetiaan terhadap ajaran Al-Qur'an dinilai dapat membimbing manusia menuju kehidupan yang tenteram dan penuh keberkahan. Nilai-nilai tersebut juga perlu diwujudkan melalui perilaku dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Ustaz Husaini menyoroti kebiasaan masyarakat Banjar menyambut bulan Rabiul Awal dengan kegembiraan melalui berbagai tradisi keagamaan. Tradisi syukuran dan perayaan Maulid dinilai positif sebagai media dakwah sekaligus sarana mempererat silaturahmi antarwarga.

"Tradisi kegembiraan ini sangat baik selama diniatkan sebagai rasa syukur atas nikmat kenabian," ucapnya. “Namun, tradisi tersebut tidak dianggap sebagai kewajiban syariat.”

Ia menekankan, misi utama diutusnya Rasulullah saw adalah menyempurnakan keluhuran akhlak manusia. Pembinaan moral perlu diawali dengan penguatan tauhid di dalam hati serta pembiasaan ibadah secara berkelanjutan.

Ketika tauhid dan ibadah berjalan secara seimbang, diharapkan lahir individu yang memiliki kepekaan sosial sekaligus akhlak yang baik. Karena itu, semangat memperingati Maulid Nabi perlu diikuti dengan upaya memperbaiki perilaku dan hubungan dengan sesama.

Ustaz Husaini mengimbau agar kegembiraan memperingati Maulid diimbangi dengan kedisiplinan menunaikan ibadah fardu dan sunah Nabi. Kelalaian dalam menjalankan kewajiban maupun sunah dapat mengurangi makna spiritual dari perayaan yang dilaksanakan.

"Kunci keselamatan hidup adalah keselarasan antara keimanan yang mantap. Keikhlasan beramal dan keteguhan menjaga akhlakul karimah," katanya.

Ustaz Husaini mengajak pendengar untuk senantiasa memperbarui komitmen spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga memanjatkan doa agar masyarakat senantiasa mendapatkan hidayah dan perlindungan dari Allah Swt.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....