Maulid Nabi Momentum Perkuat Syukur dan Keimanan
- 27 Agt 2026 19:56 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Peringatan kelahiran Nabi Muhammad saw merupakan momentum penting untuk memperkuat rasa syukur dan meningkatkan keimanan umat Islam dalam memahami risalah kenabian.
- Ustaz Husaini dari UIN Antasari Banjarmasin menyampaikan bahwa Allah Swt mengutus Rasulullah saw bukan sekadar sebagai simbol, melainkan sebagai bentuk kasih sayang kepada seluruh alam.
- Program Kuliah Subuh RRI Pro 1 Banjarmasin menjadi platform untuk mendalami pemahaman spiritual terkait pentingnya perayaan kelahiran Nabi Muhammad saw bagi umat Muslim.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Peringatan kelahiran Nabi Muhammad saw menjadi momentum penting untuk memperkuat rasa syukur dan meningkatkan keimanan umat Islam. Kegembiraan menyambut bulan Rabiul Awal hendaknya diiringi dengan pemahaman mendalam terhadap risalah kenabian.
Hal tersebut disampaikan Ustaz Husaini dari Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin dalam siaran program Kuliah Subuh RRI Pro 1 Banjarmasin, Rabu, 26 Agustus 2026. Menurutnya, Allah Swt mengutus Rasulullah saw bukan sekadar sebagai simbol, melainkan sebagai bentuk kasih sayang kepada seluruh alam.
"Kelahiran Baginda Nabi harus membahagiakan kita melebihi apa pun. Beliau diutus sebagai rahmat bagi semesta alam," ujarnya.
Ustaz Husaini menjelaskan, rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad saw hendaknya diwujudkan melalui perbaikan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Peringatan Maulid Nabi tidak seharusnya berhenti pada kemeriahan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengambil pelajaran dari kehidupan Rasulullah saw.
Umat Islam juga diimbau kembali menjadikan Al-Qur'an dan ajaran Nabi sebagai pedoman dalam menghadapi tantangan zaman. Ustaz Husaini menguraikan Surah Yunus ayat 58 yang memerintahkan manusia bergembira atas karunia dan rahmat Allah Swt.
Karunia tersebut dimaknai sebagai hidayah Islam, sedangkan rahmat terbesar yang dianugerahkan kepada umat manusia adalah kehadiran Rasulullah saw. Karena itu, kegembiraan menyambut Maulid Nabi perlu diwujudkan dengan meningkatkan ketakwaan dan menjauhi berbagai kemudaratan.
"Bentuk kegembiraan sejati seorang muslim adalah ketika ia mampu membentengi diri dari kemudaratan," ucap Ustaz Husaini. “Selain itu, ia harus konsisten berjalan di atas rel ketakwaan.”
Lebih lanjut, Ustaz Husaini menekankan pentingnya menjaga kesucian tauhid dan meneladani akhlak Rasulullah saw. Sosok Nabi telah memberikan contoh dalam membangun hubungan yang baik dengan Allah Swt maupun dengan sesama makhluk.
Keseimbangan tersebut dinilai menjadi salah satu kunci untuk meraih ketenangan jiwa dan keselamatan di dunia serta akhirat. Kecintaan kepada Rasulullah saw perlu diwujudkan melalui pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
Ustaz Husaini mengingatkan, kegembiraan memperingati Maulid Nabi akan kurang sempurna apabila kewajiban utama, seperti salat lima waktu, masih diabaikan. Menurutnya, peringatan Maulid seharusnya mendorong umat semakin istikamah dalam menjalankan perintah agama.
"Kegembiraan merayakan Maulid sangat mulia. Namun, pembuktian cinta sejati adalah dengan menjalankan seluruh perintah agama secara istikamah," katanya.
Momentum peringatan kelahiran Nabi Muhammad saw diharapkan dapat mempererat persaudaraan sekaligus membangkitkan semangat umat untuk memperbanyak kebaikan. Peringatan Maulid Nabi juga diharapkan terus menjadi sarana edukasi dan penguatan spiritual bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....