Salat Istisqa di tengah Ancaman Krisis Air Baku PAM Bandarmasih
- 27 Agt 2026 09:38 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Di tengah krisis air baku akibat kemarau, jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin bersama PAM Bandarmasih menggelar salat istisqa di halaman Kantor PAM Bandarmasih, Kamis pagi, 27 Agustus 2026. Salat meminta hujan itu menjadi ikhtiar di tengah minimnya curah hujan yang membuat ketersediaan air baku semakin menipis dan intrusi air asin laut semakin mengganggu sumber air PAM Bandarmasih.
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, mengakui kondisi tersebut mulai berdampak terhadap masyarakat. “Kita mengakui bahwa sebagai hamba yang lemah, hanya diuji beberapa hari dengan kurangnya hujan sudah sangat meresahkan masyarakat. Untuk itu kita melaksanakan salat istisqa bersama, dengan harapan Allah SWT memberikan hujan yang bermanfaat,” ujar Tezar.
Ia mengatakan persoalan kekurangan air baku untuk kebutuhan PAM Bandarmasih bukan persoalan baru. Karena itu, hujan sangat dibutuhkan untuk memulihkan debit air dan menjaga pelayanan air bersih tetap berjalan.
“Sudah cukup lama juga kita kekurangan bahan baku air untuk PAM Bandarmasih. Semoga dengan salat istisqa air hujan bisa kembali memenuhi air baku untuk PAM Bandarmasih agar bisa memasok pelayanan air bersih secara maksimal,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, mengungkapkan kondisi Intake Sungai Bilu kini semakin mengkhawatirkan. Tingginya kadar garam membuat sumber air tersebut tidak bisa digunakan secara penuh selama 24 jam.
“Saat ini di Intake Sungai Bilu itu tidak bisa dipakai full 24 jam. Karena kadar garamnya sudah sangat tinggi sekali,” ujar Zulbadi.
Untuk mempertahankan produksi air bersih, PAM Bandarmasih terpaksa mengatur penggunaan air baku dan mencampurnya dengan pasokan dari sumber lain. “Kita mengambil air baku dari IPA 2. Kita campur dari sini karena yang dari sini kita ambil hanya seperempat saja sehingga bisa untuk air baku,” ucapnya.
Dampak krisis air baku itu pun mulai dirasakan pelanggan, karena tekanan dan ketersediaan air mengalami penurunan. Terutama di kawasan yang berada di ujung jaringan distribusi, seperti beberapa wilayah di Banjarmasin Utara, Barat dan Selatan.
“Memang yang terdampak ada penurunan itu di ujung pelayanan. Yakni di beberapa wilayah utara, barat dan selatan,” ujar Zulbadi.
Mengantisipasi gangguan pelayanan yang lebih luas, PAM Bandarmasih menyiapkan mobil tangki untuk memasok air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.Distribusi air bersih juga diprioritaskan untuk fasilitas vital, terutama rumah sakit.
“Bantuan yang kita siapkan hari ini itu adalah mobil tangki bagi masyarakat yang meminta air bersih. Kita juga mengutamakan fasilitas umum seperti rumah sakit,” ucap Zulbadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....