Kabut Asap Kian Pekat, Dinkes Banjarmasin Bagikan 20 Ribu Masker

  • 26 Agt 2026 13:53 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin membagikan sekitar 20.000 masker gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan pada Rabu, 26 Agustus 2026. Aksi ini digelar menyusul memburuknya kualitas udara akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pembagian masker dilakukan secara mobile di lima titik strategis, dengan dua lokasi utama di persimpangan lampu merah Gatot Subroto dan kawasan Jati. Selain pengguna jalan, petugas Dinkes Banjarmasin juga menyasar sekolah-sekolah dasar di wilayah kerja puskesmas masing-masing.

Saat ini, kualitas udara di Kota Banjarmasin dilaporkan menurun drastis terutama pada pagi hari akibat asap kiriman dari kabupaten/kota tetangga. Masyarakat diimbau ekstra waspada serta menghindari aktivitas di luar ruangan pada jam-jam rawan, khususnya pagi dan malam hari.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Banjarmasin, Rusdi, menegaskan perlindungan kelompok rentan seperti anak-anak dan balita harus menjadi prioritas utama. Ia mengingatkan warga untuk disiplin memproteksi diri saat beraktivitas di luar rumah.

"Kami mengimbau apabila beraktivitas di luar rumah kami sarankan pakai masker. Untuk anak-anak dan balita sebisa mungkin tidak dibawa keluar rumah dulu," kata Rusdi.

Sementara itu, dampak buruk kabut asap ini telah dirasakan langsung oleh masyarakat. Siti Bulqis, warga Banjarmasin, mengaku kondisi udara dingin yang berpadu dengan aroma asap mulai memicu gangguan pada kesehatannya.

"Ini cuacanya juga dingin dan ditambah kabut. Jadi batuk-batuk dan bersin," ucap Bulqis.

Aroma asap yang cukup menyengat membuat Bulqis memilih bersiap diri. Ia yang sehari-hari harus beraktivitas di luar rumah kini terpaksa kembali mengantisipasi diri dengan menggunakan masker.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin telah bergerak cepat memperketat langkah antisipasi dampak kabut asap. Pemko resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4.3/1528/TL-DLH/VIII/2026 yang mengimbau masyarakat untuk kembali menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruang.

Sementara itu, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel hingga Rabu pagi, 26 Agustus 2026 pukul 09.38 Wita mencatat akumulasi karhutla menembus 1.949 kejadian. Total luasan lahan yang terdampak kini mencapai 9.605,35 hektare dengan sebaran hotspot sebanyak 11.751 titik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....