Kodim 1006/Banjar Rencanakan Sumur Bor, Warga Berharap Realisasi

  • 23 Agt 2026 11:29 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Kodim 1006/Banjar meluncurkan Program TNI Manunggal Air Bersih (TMAB) dengan merencanakan minimal dua sumur bor di setiap kelurahan untuk mengatasi krisis air bersih.
  • Debit air di sejumlah wilayah di Banjar mengalami penurunan drastis bahkan kekeringan total akibat musim kemarau panjang dan kebakaran hutan lahan.
  • Program ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga tetapi juga menyediakan cadangan air untuk keperluan pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

RRI.CO.ID, Banjarbaru – Rencana pembuatan sumur bor di setiap kelurahan oleh Kodim 1006/Banjar mendapat respons positif dari masyarakat. Program TNI Manunggal Air Bersih (TMAB) tersebut diharapkan menjadi solusi atas krisis air, khususnya di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta musim kemarau panjang.

Dandim 1006/Banjar Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya sebelumnya mengungkapkan debit air di sejumlah wilayah menyusut drastis, bahkan mengalami kekeringan total. Pihaknya merencanakan minimal dua sumur bor di setiap kelurahan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga sekaligus menyediakan cadangan air untuk pemadaman karhutla.

“Saya sempat berkomunikasi dengan Sekda Banjarbaru. Kita coba upayakan pembuatan sumur bor karena debit air ini sudah mulai kering,” ujar Prabujaya, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Ia mengatakan rencana tersebut tengah dikoordinasikan dengan sejumlah pihak terkait. Langkah awal dilakukan melalui perencanaan dan pemetaan untuk memastikan lokasi sumur bor tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

Rencana tersebut mendapat tanggapan positif dari warga kawasan Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru. Pasalnya, hampir seluruh sumur warga di daerah yang rawan karhutla tersebut telah mengalami penyusutan debit air secara signifikan.

Salah seorang warga Pengayuan, Ahmad Zaini, mengungkapkan penyusutan debit air membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meski rumahnya telah terjangkau jaringan PDAM, ketergantungan pada air leding membuat tagihan bulanannya meningkat.

“Hampir semua sumur di sini kering kondisinya. Kita sehari-hari akhirnya susah juga kalau mau cuci pakaian, piring, dan kebutuhan lainnya,” ucap Zaini kepada RRI, Minggu, 23 Agustus 2026.

Zaini menyambut baik rencana pembuatan sumur bor oleh Kodim 1006/Banjar. Ia berharap rencana tersebut benar-benar terealisasi sehingga warga tidak kembali menghadapi persoalan kekurangan air setiap musim kemarau.

“Harapannya benar-benar bisa diwujudkan rencananya,” katanya. “Karena memang sudah sempat beberapa kali ada wacana, tetapi sampai sekarang masih belum ada.”

Menyusutnya pasokan air tidak hanya menyulitkan warga, tetapi juga menghambat upaya relawan memadamkan karhutla di Pengayuan. Kanal-kanal air yang biasa digunakan sebagai sumber pasokan untuk pemadaman kini mengering, sementara petugas gabungan tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemunculan titik api baru.

Sementara itu, berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, Kota Banjarbaru telah mencatat 342 kejadian karhutla. Total luas lahan yang terbakar tercatat mencapai 1.140 hektare.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....