Dampak Kemarau dan Karhutla, Warga Pengayuan Alami Krisis Air

  • 23 Agt 2026 10:27 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Warga kawasan Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru mengalami krisis air bersih selama musim kemarau karena sebagian besar belum terjangkau jaringan PDAM.
  • Sarhanah, salah seorang warga, terpaksa kehilangan sumber air alternatif setelah mesin pompa air dari sumur bornya hangus terbakar akibat kebakaran lahan di sekitar rumahnya.
  • Krisis air ini menjadi persoalan serius bagi pemenuhan kebutuhan air minum dan sanitasi harian warga yang tinggal di kawasan tersebut.

RRI.CO.ID, Banjarbaru – Krisis air akibat kekeringan menjadi persoalan baru bagi warga kawasan Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, selama musim kemarau. Kondisi tersebut diperparah karena sebagian warga belum terjangkau jaringan air minum PDAM untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah seorang warga, Sarhanah, mengaku selama ini mengandalkan air dari sumur bor miliknya. Namun, kebakaran lahan yang terjadi di sekitar rumahnya menyebabkan mesin pompa air miliknya hangus terbakar.

“Kalau mau pakai leding, mahal biayanya. Jadi sehari-hari cuma bisa pakai sumur,” ujarnya kepada RRI, Minggu, 23 Agustus 2026.

Akibat kerusakan pompa, Sarhanah dan keluarganya kini terpaksa menumpang menggunakan sumur tetangga yang kondisinya juga mulai mengering. Sementara untuk kebutuhan air minum, ia harus membeli air bersih seharga Rp5.000 per 35 liter.

“Sementara beli air dulu kalau untuk minum. Soalnya mengandalkan sumur juga susah untuk sementara ini,” katanya.

Kondisi serupa dirasakan Ahmad Zaini, warga Pengayuan lainnya. Debit air sumur yang berada tepat di samping rumahnya mengalami penurunan cukup signifikan hingga menyulitkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

“Hampir semua sumur di sini kering kondisinya,” ucapnya. “Kita sehari-hari akhirnya susah juga kalau mau cuci pakaian, piring, dan kebutuhan lainnya.”

Meski Zaini telah menggunakan jaringan air PDAM, kondisi tersebut tetap menimbulkan persoalan lain. Biaya tagihan air meningkat karena sebagian besar kebutuhan rumah tangga kini bergantung pada pasokan air bersih.

Menyusutnya pasokan air tidak hanya berdampak pada kebutuhan harian warga, tetapi juga menyulitkan petugas dan relawan dalam memadamkan karhutla. Kanal-kanal yang biasa dimanfaatkan sebagai sumber air untuk pemadaman di sekitar lokasi kini dalam kondisi kering.

Meski demikian, hingga berita ini ditayangkan belum terpantau adanya titik api baru di kawasan Pengayuan. Petugas gabungan tetap bersiaga di lapangan untuk mengantisipasi potensi kebakaran susulan.

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, Kota Banjarbaru mencatat 342 kejadian karhutla. Total luas lahan yang terbakar tercatat mencapai 1.140 hektare.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....