Karhutla di Puntik Dalam Meluas, Bangunan Kosong Ikut Terbakar
- 21 Agt 2026 20:17 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan Puntik Dalam, Kabupaten Barito Kuala pada Jumat, 21 Agustus 2026.
- Api melahap kawasan hutan di samping jalan utama menuju empat desa: Karang Indah, Karang Bunga, Karang Buah, dan Karang Dukuh.
- Kobaran api menyeberangi jalan dan menyebabkan satu bangunan kosong di seberangnya terbakar, serta mengganggu jarak pandang pengendara.
RRI.CO.ID, Barito Kuala - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan Puntik Dalam, Kabupaten Barito Kuala, Jumat, 21 Agustus 2026. Kebakaran melahap kawasan hutan di samping jalan utama menuju empat desa, yakni Desa Karang Indah, Karang Bunga, Karang Buah, dan Karang Dukuh.
Kobaran api sempat menyeberangi jalan hingga menyebabkan satu bangunan kosong di seberangnya ikut terbakar. Kepulan asap yang menyelimuti sekitar lokasi juga mengganggu jarak pandang pengendara yang melintas.
Relawan BPK Karang Indah, M. Yadi, mengatakan kebakaran terjadi setelah pelaksanaan Salat Jumat. Kobaran api semakin membesar sekitar pukul 13.00 Wita.
"Sebelumnya kami sudah berjaga dari malam. Namun, setelah Salat Jumat, api kembali menyala," ujarnya kepada RRI.

Sejumlah relawan dari wilayah Kecamatan Mandastana bersama aparat langsung merespons dan melakukan upaya pemadaman. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas karena lokasi kebakaran berdekatan dengan lahan pertanian warga.
“Alhamdulillah, relawan dan aparat cepat datang. Jadi, api tidak merambat lebih jauh dan tidak semakin membesar,” kata Yadi.
Kebakaran yang terjadi di perbatasan Desa Karang Indah dan Desa Karang Bunga tersebut berada tidak jauh dari area persawahan warga. Kondisi ini membuat masyarakat sekitar khawatir api merembet ke lahan pertanian maupun permukiman.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah warga tetap melakukan aktivitas memanen padi meski lokasi persawahan berada tidak jauh dari titik kebakaran. Salah seorang warga, Rusminah, mengaku mempercepat proses panen untuk mengantisipasi kemungkinan api meluas.
"Khawatir juga, apalagi padinya belum sempat dipanen," ujarnya. “Jadi sekarang cepat-cepat memanen karena takut kalau api merembet ke area sawah, sayang kalau padinya hangus terbakar.”
Masyarakat berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi, terutama di kawasan yang berdekatan dengan jalan utama, lahan pertanian, dan permukiman. Pemerintah daerah juga terus mengimbau masyarakat menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla agar dapat dicegah sejak dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....