Akhlak Rasulullah, Teladan Mulia dalam Kehidupan
- 23 Agt 2026 10:03 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Kemuliaan Rasulullah tercermin dari ajaran dan akhlak yang menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
- Kecintaan kepada Rasulullah harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku dengan meneladani akhlaknya.
- Ustaz Drs. H. Rahmana Abdurrahman menyampaikan pentingnya menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan melalui siaran Hikmah Subuh RRI Pro4 Banjarmasin pada Jumat, 21 Agustus 2026.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kemuliaan Rasulullah saw tidak hanya tercermin dari ajaran yang disampaikan, tetapi juga dari akhlak yang menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Kecintaan kepada Rasulullah hendaknya diwujudkan melalui sikap dan perilaku dengan meneladani akhlak beliau.
Hal tersebut disampaikan Ustaz Drs. H. Rahmana Abdurrahman, M.Fil.I., dalam siaran Hikmah Subuh RRI Pro4 Banjarmasin, Jumat, 21 Agustus 2026. Mengangkat tema “Kemuliaan Akhlak Rasulullah”, kajian tersebut mengajak pendengar memahami pentingnya menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan.
Ustaz Rahmana menjelaskan, Al-Qur'an telah memberikan gambaran tentang kemuliaan akhlak Rasulullah saw. Menurutnya, kecintaan kepada Nabi semestinya diwujudkan dengan meneladani berbagai akhlak beliau dalam kehidupan, termasuk dalam hubungan sosial, berdagang, maupun memperlakukan orang lain.
“Bukan sekadar cinta di bibir,” ujar Ustaz Rahmana. ”Lisan kita berselawat kepada Rasulullah, hati bergerak, perbuatan kita sekecil apa pun yang pernah dikerjakan oleh Rasulullah, kalau memang kita mencintai Rasulullah, maka kita kerjakan.”
Ia mencontohkan akhlak Rasulullah saw dalam berdagang. Rasulullah dikenal menjunjung kejujuran dan tidak melakukan kecurangan dalam transaksi, sehingga prinsip tersebut relevan diterapkan dalam kehidupan ekonomi dan sosial saat ini.
Ustaz Rahmana juga menyoroti pentingnya kelembutan dalam menghadapi orang lain. Menurutnya, seseorang tidak seharusnya mudah memberikan penilaian negatif hanya berdasarkan apa yang terlihat karena tidak selalu mengetahui perjalanan hidup, persoalan, maupun proses yang sedang dihadapi orang lain.
Menurutnya, sikap tersebut sejalan dengan pesan Al-Qur'an dalam Surah Ali Imran ayat 159 mengenai rahmat Allah yang menjadikan Rasulullah saw memiliki sikap lemah lembut. Akhlak yang baik tidak hanya membuat seseorang dihormati, tetapi juga dapat menjadi jalan bagi orang lain untuk menemukan kebaikan dan perubahan dalam hidup.
Hal itu diperkuat dengan kisah yang disampaikan Ustaz Rahmana mengenai seseorang yang awalnya memiliki pandangan negatif terhadap Rasulullah saw, tetapi akhirnya mendapatkan hidayah setelah menyaksikan langsung kelembutan dan akhlak beliau. Dari kisah tersebut, ia menekankan bahwa pendekatan yang penuh kasih dapat memberikan pengaruh lebih dalam dibandingkan sikap keras dan menghakimi.
Ustaz Rahmana juga mengajak pendengar untuk tidak mudah berputus asa terhadap seseorang yang memiliki masa lalu kurang baik. Menurutnya, kesempatan untuk berubah dan bertobat tetap terbuka selama seseorang mau kembali kepada Allah Swt.
“Kita jangan putus asa dalam bertobat kepada Allah. Kita yang tidak tahu kisahnya, jangan mengumpat-umpat,” ucap Ustaz Rahmana.
Ia mengingatkan manusia untuk berhati-hati dalam memberikan komentar maupun menilai orang lain. Ketidaktahuan terhadap kondisi sebenarnya dapat membuat seseorang keliru dalam mengambil sikap sehingga memahami keadaan orang lain menjadi bagian penting dari akhlak yang diajarkan Rasulullah saw.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....