Rabiul Awal, Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah
- 19 Agt 2026 09:31 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Bulan Rabiul Awal merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah dan menghidupkan kembali nilai-nilai akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
- Program Hikmah Subuh RRI Pro4 Banjarmasin menghadirkan Ustaz H. Fahruzaini, S.Ag yang mengajak umat Islam mengenal sejarah perjuangan Nabi Muhammad dan meneladani kepribadiannya.
- Momentum bulan Rabiul Awal dipandang sebagai kesempatan untuk mengingatkan kembali sosok Nabi Muhammad sebagai teladan sepanjang zaman bagi seluruh umat Islam.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Memasuki bulan Rabiul Awal, umat Islam kembali diingatkan pada sosok teladan sepanjang zaman, Nabi Muhammad saw. Momentum ini menjadi kesempatan untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu menjadi bahasan dalam program Hikmah Subuh RRI Pro4 Banjarmasin, Kamis, 13 Agustus 2026, bersama Ustaz H. Fahruzaini, S.Ag. Dalam dialog tersebut, ia mengajak umat Islam menjadikan Rabiul Awal sebagai momentum untuk mengenal sejarah perjuangan Rasulullah saw dan meneladani kepribadian beliau.
Menurutnya, Rabiul Awal tidak semestinya dimaknai hanya sebagai pergantian bulan atau momentum seremonial. Kehadiran bulan tersebut dapat menjadi waktu yang tepat bagi umat Islam untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah melalui penerapan ajaran dan akhlaknya.
Ustaz H. Fahruzaini menjelaskan bahwa kecintaan kepada Rasulullah saw harus diwujudkan dalam kehidupan nyata. Tidak cukup hanya dengan mengungkapkan rasa cinta melalui ucapan, tetapi juga dengan mengikuti sunah, memperbanyak selawat, serta menerapkan akhlak Rasulullah dalam hubungan dengan keluarga dan masyarakat.
“Mencintai Rasulullah bukan hanya dengan ucapan,” ujarnya. “Tetapi bagaimana kita berusaha mengikuti sunah dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.”
Ia menuturkan, Rasulullah saw dikenal memiliki akhlak mulia, di antaranya jujur, amanah, rendah hati, penuh kasih sayang, dan peduli terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut tetap relevan diterapkan di tengah kehidupan masyarakat saat ini yang menghadapi berbagai tantangan, termasuk perbedaan pandangan dan dinamika sosial.
Ustaz H. Fahruzaini juga mengajak umat Islam menjadikan Rabiul Awal sebagai momentum introspeksi diri. Kehadiran bulan tersebut hendaknya mendorong setiap muslim mengevaluasi kualitas ibadah dan perilaku, mulai dari hubungan dengan Allah Swt hingga hubungan dengan orang tua, keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar.
“Jangan sampai kita banyak berselawat dan berbicara tentang Rasulullah, tetapi akhlak kita belum mencerminkan apa yang beliau ajarkan,” ucapnya. “Momentum Rabiul Awal hendaknya membawa perubahan dalam diri kita.”
Masyarakat diajak menjadikan Rabiul Awal sebagai momentum untuk memperbanyak selawat, mempelajari sirah Nabi, memperbaiki ibadah, menjaga lisan, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan kepedulian kepada sesama. Dengan demikian, kecintaan kepada Rasulullah saw tidak berhenti pada peringatan, tetapi benar-benar tercermin dalam akhlak dan perilaku sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....