Kasus ISPA Banjarmasin Capai 47.991 hingga Juli 2026

  • 22 Agt 2026 14:21 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Kasus ISPA di Kota Banjarmasin mencapai 47.991 kasus hingga bulan Juli 2026, dengan kelompok dewasa menjadi yang paling banyak terdampak dengan 19.403 kasus.
  • Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Yanuar Diansyah menyatakan bahwa peningkatan kasus pada kelompok dewasa mengalami lonjakan signifikan dalam tiga bulan terakhir.
  • Paparan cuaca panas dan fenomena kabut asap diidentifikasi sebagai faktor utama yang memicu peningkatan jumlah kasus ISPA di wilayah Banjarmasin.

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kasus penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Banjarmasin mencapai 47.991 kasus hingga Juli 2026. Temuan kasus terbanyak dilaporkan pada kelompok dewasa dengan total 19.403 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Yanuar Diansyah menyebut peningkatan kasus pada kelompok dewasa terjadi signifikan dalam tiga bulan terakhir. Paparan cuaca panas serta munculnya fenomena kabut asap dinilai menjadi salah satu faktor yang memicu peningkatan tersebut.

“Kelompok dewasa ini memang naik terus,” ujarnya. “Hal ini mungkin karena orang-orang dewasa paling banyak beraktivitas di luar, bertemu cuaca panas dan kabut asap.”

Menurutnya, ancaman musim kemarau ekstrem serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlu diwaspadai seluruh masyarakat. Warga diimbau menjaga daya tahan tubuh secara optimal serta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk.

Peringkat kasus ISPA terbanyak berikutnya ditempati kelompok balita dengan total 10.817 kasus. Sementara itu, kelompok anak mencatat 6.462 kasus, disusul kelompok lansia 5.850 kasus dan remaja 5.459 kasus.

Secara keseluruhan, jumlah kasus ISPA bulanan tertinggi sepanjang tahun ini terjadi pada Januari dengan 9.933 kasus. Angka tersebut kemudian menurun pada Februari menjadi 7.434 kasus dan kembali turun pada Maret menjadi 6.063 kasus.

Kasus kembali meningkat pada April menjadi 6.701 kasus sebelum turun pada Mei sebanyak 5.152 kasus. Tren peningkatan kembali terjadi pada Juni dengan 6.432 kasus, kemudian turun tipis pada Juli menjadi 6.276 kasus.

Yanuar menegaskan Dinkes Banjarmasin telah menerbitkan surat edaran kewaspadaan dini kepada seluruh puskesmas. Langkah edukasi mengenai pencegahan dan risiko penyakit juga terus disosialisasikan melalui tim promosi kesehatan.

“Segera masyarakat berobat jika ada gejala ISPA. Jangan sampai menunggu tambah parah agar cepat diselesaikan di tingkat dasar,” ucapnya.

Fenomena kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah Kota Banjarmasin, terutama pada malam hingga pagi hari. Kondisi tersebut memicu keluhan warga karena mengganggu jarak pandang serta menimbulkan gangguan pernapasan.

“Sesak kalau bernapas, apalagi kalau pagi asapnya tebal. Kondisi seperti ini cukup mengganggu aktivitas,” ujar Yuli, salah seorang warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....