Kabut Asap Kiriman Masih Mengintai, ISPA Masih Mengancam Banjarmasin
- 18 Agt 2026 14:24 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin — Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Banjarmasin mulai menunjukkan tren penurunan. Meskipun sempat melonjak akibat kabut asap yang dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah tetangga.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin mencatat, kasus ISPA turun dari 1.484 kasus pada Juni 2026 menjadi 1.300 kasus pada Juli 2026. Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah, mengatakan penurunan tersebut menjadi kabar positif.
Namun, masyarakat tetap diminta waspada karena kondisi musim kemarau dan kabut asap masih berpotensi meningkatkan gangguan pernapasan. "Jadi ada penurunan dari bulan Juni ke Juli, kalau Agustus datanya masih berjalan. Walau terbilang aman, tetap kita harus waspada," katanya.
Menurutnya, angka 1.300 kasus masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan kondisi sebelum memasuki musim kemarau. Cuaca kering, debu jalanan dan polusi udara menjadi sejumlah faktor yang dapat memperbesar risiko ISPA.
Kondisi tersebut diperparah potensi karhutla yang meningkat selama musim kemarau. Asap dari kebakaran di sejumlah daerah juga dapat terbawa angin hingga masuk ke wilayah perkotaan.
Yanuar menyebut, saat ini tidak ada karhutla besar yang terjadi di wilayah Kota Banjarmasin. Namun, kabut asap yang dirasakan warga merupakan kiriman dari sejumlah daerah di sekitar Banjarmasin, seperti Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Barito Kuala (Batola).
"Kasus ISPA pada masyarakat yang beraktivitas di luar rumah. Makanya kebanyakan kasus itu terjadi pada orang dewasa karena aktivitas tinggi di luar rumah pada saat kemarau dan adanya kabut asap," ujarnya.
Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap remeh kondisi udara ketika kabut asap kembali muncul. Aktivitas di luar ruangan perlu dikurangi, terutama ketika kualitas udara memburuk.
Yanuar juga mengingatkan masyarakat memperkuat kondisi tubuh dengan menjaga asupan makanan bergizi dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. "Makan makanan bergizi, pakai masker saat ke luar rumah. Kemudian kurangi beraktivitas di luar rumah apabila terjadi kabut asap," ucapnya.
Di sisi lain, Dinkes Banjarmasin memastikan fasilitas pelayanan kesehatan telah disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan kasus ISPA. Dinkes sebelumnya juga telah menerbitkan Surat Edaran (SE) kepada seluruh puskesmas agar meningkatkan kewaspadaan dini terhadap potensi peningkatan kasus selama musim kemarau dan periode kabut asap.
"Sudah kita siagakan supaya masyarakat mudah untuk mendapat pertolongan pelayanan Kesehatan. Kita juga mempertimbangkan kemungkinan besar untuk melakukan pembagian masker gratis kepada warga,” ujarnya, mengkahiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....