Dinkes Kalsel Catat 27.738 Kasus ISPA dalam Empat Pekan

  • 21 Agt 2026 19:11 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan mencatat 27.738 kasus ISPA dalam periode empat pekan dari Minggu ke-28 hingga Minggu ke-31 tahun 2026.
  • Peningkatan kasus ISPA berkorelasi langsung dengan aktivitas kebakaran hutan dan lahan serta paparan asap yang meningkat di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.
  • Data menunjukkan tren peningkatan konsisten setiap pekan, dimulai dari 5.319 kasus pada Minggu ke-28 kemudian naik menjadi 6.460 kasus pada Minggu ke-29.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Selatan mencatat sebanyak 27.738 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam empat pekan terakhir, mulai Minggu ke-28 hingga Minggu ke-31 tahun 2026. Peningkatan kasus terjadi seiring meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta paparan asap di sejumlah wilayah Kalsel.

Data Dinkes Kalsel menunjukkan kasus ISPA terus meningkat setiap pekannya. Pada Minggu ke-28 tercatat 5.319 kasus, kemudian meningkat menjadi 6.460 kasus pada Minggu ke-29.

Jumlah tersebut kembali naik menjadi 7.617 kasus pada Minggu ke-30 dan mencapai 8.342 kasus pada Minggu ke-31. Jika dibandingkan dengan Minggu ke-28, terjadi peningkatan sebanyak 3.023 kasus.

Kepala Dinkes Kalsel, Diauddin, mengatakan peningkatan kasus ISPA menjadi perhatian serius, terutama karena terjadi bersamaan dengan meningkatnya aktivitas karhutla dan paparan asap di sejumlah daerah. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan ketika kualitas udara menurun akibat kabut asap.

“Kita melihat ada peningkatan kasus ISPA dalam beberapa minggu terakhir,” kata Diauddin, Jumat, 21 Agustus 2026. “Karena itu, masyarakat harus lebih waspada, terutama ketika kualitas udara menurun akibat asap karhutla.”

Meski paparan asap menjadi salah satu faktor yang dapat memperburuk gangguan pernapasan, Dinkes Kalsel menyebut hubungan langsung antara peningkatan kasus ISPA dan karhutla masih memerlukan analisis epidemiologi lebih lanjut. Dinkes Kalsel terus memantau perkembangan kasus dan kondisi lingkungan untuk menentukan langkah penanganan.

Dinkes Kalsel mengimbau masyarakat rutin memantau kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara mulai tidak sehat. Bagi masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker yang terpasang rapat, seperti N95 atau KN95, sangat dianjurkan.

Saat kondisi asap semakin pekat, masyarakat juga diminta menutup pintu dan jendela rumah untuk mengurangi masuknya polutan. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit paru dan jantung, diminta mendapat perhatian lebih.

“Jangan menunggu sampai keluhan menjadi berat,” ujar Diauddin. “Kalau sudah ada sesak, nyeri dada atau gangguan pernapasan yang semakin parah, segera ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....