Tips Lindungi Kesehatan dari Kabut Asap Karhutla
- 20 Agt 2026 18:49 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Kabut asap karhutla di Banjarmasin dalam beberapa pekan terakhir berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat melalui berbagai gangguan kesehatan.
- Kementerian Kesehatan merekomendasikan tiga kategori upaya pencegahan dan penanganan dampak asap karhutla yaitu primer, sekunder, dan tersier.
- Masyarakat perlu melakukan langkah pencegahan dini dan segera mendapatkan penanganan medis jika mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Banjarmasin dalam beberapa pekan terakhir perlu diwaspadai karena dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Paparan asap dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, sehingga masyarakat perlu melakukan langkah pencegahan dan segera mendapatkan penanganan apabila mengalami keluhan kesehatan.
Dilansir dari kemkes.go.id, upaya pencegahan dan penanganan dampak kesehatan akibat asap karhutla secara prinsip terbagi menjadi tiga kategori, yakni primer, sekunder, dan tersier. Ketiga upaya tersebut dilakukan sesuai dengan kondisi dan tingkat risiko kesehatan yang dihadapi masyarakat.
Upaya primer bertujuan mencegah masyarakat mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla. Selain pemadaman kebakaran sebagai upaya menghilangkan sumber asap, masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan, menutup rapat pintu dan jendela rumah, serta menggunakan masker atau respirator ketika harus beraktivitas di luar.
Masyarakat juga dianjurkan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima selama terjadi paparan asap. Konsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, serta mencuci tangan secara rutin menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan.
Sementara itu, upaya sekunder ditujukan untuk mendeteksi dan menangani lebih awal gangguan kesehatan yang muncul akibat paparan asap karhutla. Masyarakat perlu mengenali gejala atau keluhan kesehatan, menyediakan obat-obatan yang biasa dikonsumsi, terutama bagi penderita penyakit tertentu, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gangguan kesehatan.
Pemerintah dan fasilitas pelayanan kesehatan juga dapat melakukan skrining kesehatan secara berkala untuk mengevaluasi dampak paparan asap terhadap masyarakat. Skrining dapat dilakukan melalui kuesioner, pemeriksaan fisik, hingga pemeriksaan fungsi paru sesuai kebutuhan.
Adapun upaya tersier bertujuan mencegah komplikasi dan kematian pada masyarakat yang telah mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla. Masyarakat yang sudah mengalami penyakit perlu menghentikan kebiasaan yang dapat memperburuk kondisi, seperti merokok, serta menjalani pengobatan secara maksimal dan teratur sesuai anjuran dokter.
Dengan menerapkan upaya primer, sekunder, dan tersier secara bersama, risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap karhutla dapat diminimalkan. Masyarakat diimbau segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan kesehatan yang mengganggu selama terpapar asap agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....