Kemerdekaan Dimaknai dengan Ibadah dan Persatuan
- 20 Agt 2026 11:27 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Kemerdekaan Indonesia dimaknai tidak hanya sebagai kebebasan dari penjajahan, tetapi juga sebagai kesempatan menjalankan ibadah kepada Allah Swt.
- Umat Islam diajak mengisi kemerdekaan dengan meningkatkan ibadah, menjaga persatuan, dan berkontribusi aktif membangun kehidupan bangsa.
- Ustaz Johansyah menekankan bahwa kemerdekaan harus diwujudkan melalui pengabdian kepada Allah Swt. sekaligus upaya nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kemerdekaan Indonesia tidak hanya dimaknai sebagai kebebasan dari penjajahan, tetapi juga kesempatan menjalankan ibadah kepada Allah Swt. Umat Islam diajak mengisi kemerdekaan dengan meningkatkan ibadah, menjaga persatuan, dan berkontribusi membangun kehidupan bangsa.
Hal tersebut disampaikan Ustaz Drs. H. Johansyah dalam Program Tablig Udara RRI Pro 1 Banjarmasin, Senin malam, 17 Agustus 2026. Menurutnya, kemerdekaan perlu diwujudkan melalui pengabdian kepada Allah Swt. sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Di hari kemerdekaan, kita harus membangkitkan semangat mengabdi kepada Allah dan membangun bangsa," ucapnya. "Kemerdekaan hendaknya diisi dengan ibadah serta upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat."
Ia mengatakan kemerdekaan memberikan kebebasan bagi masyarakat untuk menjalankan ibadah dan kesempatan meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui pendidikan, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap sesama.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan bangsa. Masyarakat diajak mengenang jasa para pahlawan dan meneladani semangat perjuangan mereka dalam mengisi kemerdekaan.
Selain momentum kemerdekaan, bulan Rabiul Awal dapat diisi dengan memperbanyak amalan kepada Allah Swt. Amalan tersebut antara lain membaca Al-Qur'an, berzikir, dan memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad saw.
"Selawat tidak hanya dibaca pada bulan Rabiul Awal, tetapi dapat diamalkan kapan saja," ujarnya. "Membaca selawat juga menjadi bagian dari upaya mengenang akhlak Rasulullah."
Ia menjelaskan selawat dapat dibaca setelah salat maupun pada waktu lainnya. Membaca syair yang memuji Rasulullah juga dapat menjadi sarana mengenang keteladanan dan akhlak beliau.
Ustaz Johansyah menilai pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kedisiplinan anak. Pendidikan juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi yang berakhlak, berkualitas, dan mampu melanjutkan pembangunan bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....