Kemerdekaan Perlu Diisi dengan Syukur dan Tanggung Jawab
- 18 Agt 2026 19:28 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Kemerdekaan dalam perspektif Islam dipahami tidak hanya sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik berdasarkan nilai agama dan kemanusiaan.
- Kemerdekaan merupakan nikmat yang perlu disyukuri sekaligus tanggung jawab yang harus dijaga oleh setiap individu dalam masyarakat.
- Makna kemerdekaan perlu diwujudkan dalam kehidupan keluarga melalui hubungan yang harmonis dan penuh rasa syukur kepada Tuhan.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik berdasarkan nilai agama dan kemanusiaan. Dalam perspektif Islam, kemerdekaan merupakan nikmat yang perlu disyukuri sekaligus tanggung jawab yang harus dijaga.
Hal tersebut disampaikan Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Dr. Abdul Hafiz Sairazi, M.HI., dalam acara Tabligh Udara RRI Pro1 Banjarmasin, Selasa, 18 Agustus 2026. Menurutnya, makna kemerdekaan juga perlu diwujudkan dalam kehidupan keluarga melalui hubungan yang harmonis dan penuh rasa syukur.
“Dalam rumah tangga, kemerdekaan masih belum sepenuhnya dirasakan karena adanya perselisihan antara pasangan,” ujar Abdul Hafiz Sairazi. “Penyebabnya antara lain persoalan ekonomi, gaya hidup, dan kurangnya rasa syukur.”
Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam menanamkan makna kemerdekaan kepada generasi muda. Orang tua dapat mengajarkan rasa syukur kepada Allah Swt. atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan melalui sikap menjaga persatuan, menghormati sesama, dan mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang bermanfaat.
Ia menjelaskan, kebahagiaan dalam keluarga menjadi bagian penting dalam memaknai kemerdekaan. Kemerdekaan tidak sekadar dirayakan setiap tahun, tetapi juga perlu diisi dengan mempererat persaudaraan, membantu sesama, menjaga lingkungan, dan berkarya untuk kemajuan bangsa.
Dalam ajaran Islam, keluarga menjadi tempat pertama untuk menanamkan nilai akhlak, kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut diperlukan untuk membentuk generasi yang mampu mempertahankan kemerdekaan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi bangsa.
Abdul Hafiz menambahkan, keluarga dapat memaknai kemerdekaan dengan membiasakan anak untuk belajar, beribadah, menghormati perbedaan, dan membantu orang lain. Kemerdekaan bukan berarti bebas melakukan segala sesuatu tanpa batas, melainkan kebebasan yang disertai tanggung jawab kepada Allah Swt. dan sesama manusia.
Dengan demikian, keluarga menjadi salah satu fondasi utama dalam mengisi kemerdekaan. Melalui pendidikan agama dan keteladanan orang tua, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, mencintai tanah air, serta mampu menjaga persatuan bangsa sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....