Bijak Bermedia Sosial dengan Menjaga Niat dan Akhlak

  • 09 Agt 2026 16:23 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Media sosial berfungsi ganda sebagai sarana penyebaran kebaikan sekaligus menjadi ujian moral bagi umat Muslim dalam menjalani kehidupan digital.
  • Penggunaan media sosial yang sehat memerlukan keseimbangan dengan kemampuan melakukan muhasabah atau evaluasi mendalam terhadap niat, perilaku, dan dampak dari setiap aktivitas digital.
  • Menjaga niat dan akhlak dalam aktivitas di ruang digital merupakan bagian penting dari praktik ibadah dan tanggung jawab moral Muslim di era modern.

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Media sosial dapat menjadi sarana menyebarkan kebaikan sekaligus ruang untuk menguji moral seorang Muslim. Karena itu, penggunaan media sosial perlu diimbangi dengan kemampuan melakukan muhasabah atau evaluasi terhadap niat, perilaku, dan dampaknya.

Hal tersebut disampaikan Dr. Fatrawati Kumari, M.Hum., dalam Program Kuliah Subuh RRI Pro 1 Banjarmasin, Minggu, 9 Agustus 2026. Dialog bertema "Islam dan Refleksi Diri: Antara Ibadah dan Media Sosial" tersebut membahas pentingnya menjaga niat dan akhlak dalam aktivitas di ruang digital.

"Media sosial sebenarnya dapat menjadi ruang untuk merefleksikan diri," ucap Fatrawati. "Di ruang digital, seseorang dapat melihat bagaimana dirinya bersikap dan berkomunikasi dengan orang lain."

Fatrawati menjelaskan media sosial dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan ilmu, dakwah, silaturahmi, dan kepedulian sosial. Namun, ruang digital juga berpotensi menjadi tempat munculnya ghibah, prasangka, penghinaan, perundungan, hingga pencarian popularitas.

Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada media sosial, melainkan manusia yang menggunakannya. Niat dan akhlak menjadi faktor penting yang menentukan arah penggunaan media sosial.

"Persoalannya bukan sekadar boleh atau tidak membagikan suatu kegiatan," ujarnya. "Yang lebih penting adalah bagaimana menjaga niat dan akhlak."

Fatrawati mengingatkan jumlah tanda suka, komentar, pengikut, dan tayangan bukan ukuran utama keberhasilan seseorang. Menurutnya, seorang Muslim perlu menjaga niat dan tidak menjadikan pengakuan di media sosial sebagai tujuan utama.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menuduh orang lain melakukan riya hanya berdasarkan unggahan di media sosial. Sebab, niat merupakan persoalan hati yang tidak dapat diketahui secara sempurna oleh manusia dan hanya Allah yang mengetahuinya.

Karena itu, seseorang dapat melakukan sebagian kebaikan tanpa perlu membagikannya di media sosial. Salat malam, sedekah, berdoa, membaca Al-Qur'an, dan membantu sesama dapat dilakukan sebagai bentuk ibadah yang tidak harus diketahui orang lain.

Fatrawati menegaskan refleksi diri diperlukan agar kesalehan yang terlihat di media sosial selaras dengan kehidupan nyata. Seorang Muslim tidak cukup membangun citra kesalehan di ruang digital, tetapi juga perlu mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....