Puisi dan Refleksi Generasi Muda tentang Kemerdekaan

  • 14 Agt 2026 12:48 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Karya sastra menjadi media untuk memaknai kemerdekaan melalui ungkapan perasaan, harapan, dan refleksi terhadap kondisi bangsa.
  • Program Ruang Sastra menghadirkan tiga pegiat puisi yaitu Devin, Hamnah, dan Reyhan untuk membahas tema 'Surat untuk Kemerdekaan'.
  • Puisi berfungsi sebagai ruang untuk menyampaikan rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap kondisi bangsa dengan cara yang personal dan menyentuh.

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Karya sastra menjadi salah satu cara untuk memaknai kemerdekaan melalui ungkapan perasaan, harapan, dan refleksi terhadap kondisi bangsa. Hal tersebut dibahas dalam program Ruang Sastra bertema “Surat untuk Kemerdekaan” bersama tiga pegiat puisi, Devin, Hamnah, dan Reyhan.

Devin menjelaskan puisi menjadi salah satu media untuk menyampaikan makna kemerdekaan secara personal dan menyentuh. Menurutnya, kata-kata dalam puisi dapat menjadi ruang untuk menyampaikan rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap kondisi bangsa.

Dua puisi karyanya, “Lusuhnya Kain Bendera” dan “Amplop”, menyampaikan pesan bahwa kemerdekaan bukan sekadar perayaan atau kegiatan seremonial tahunan. Melalui karya tersebut, Devin mengajak masyarakat merenungkan kembali arti kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Puisi bukan cuma kata-kata, tetapi menjadi ruang untuk menyampaikan kegundahan dan harapan terhadap negeri kita,” ujar Devin. “Melalui puisi, kita juga dapat mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan secara lebih mendalam.”

Sementara itu, Hamnah melalui puisinya berjudul “Apa Benar Kita Merdeka?” mengungkapkan berbagai kegundahan terhadap kondisi masyarakat. Ia mengangkat sejumlah persoalan yang masih dihadapi, mulai dari cuaca panas, ketersediaan air, antrean bahan bakar minyak (BBM), hingga pemadaman listrik.

“Di tengah berbagai persoalan tersebut, kita tetap harus berkarya dan berusaha menjadi versi terbaik dari diri kita,” ujar Hamnah. “Dengan terus berkarya, kita dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan bangsa.”

Senada dengan Devin dan Hamnah, Reyhan mengungkapkan generasi muda memiliki peran penting dalam meneruskan semangat kemerdekaan. Menurutnya, karya sastra dapat menjadi sarana untuk mengajak generasi muda lebih peduli terhadap masa depan bangsa.

“Kita menjaga persatuan dan berkarya adalah bagian dari memaknai kemerdekaan,” ucap Reyhan. “Semangat tersebut perlu terus dijaga agar generasi muda memiliki kepedulian terhadap bangsa.”

Melalui puisi “Singkatan Merdeka” dan “Surat untuk Kemerdekaan”, Reyhan mengajak masyarakat melihat kemerdekaan dari sudut pandang yang lebih luas. Ia berharap semangat kemerdekaan terus hidup melalui karya, kata-kata, dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Merdeka itu benar adanya, maka tugas kita adalah membuktikan dan melanjutkannya dengan berbagai hal yang bermanfaat,” ujarnya. “Kemerdekaan harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi sesama.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....