Tantangan Kehidupan Berkeluarga di Era Media Sosial
- 01 Agt 2026 13:57 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Ketahanan keluarga pada era media sosial menghadapi tantangan kompleks karena keterbukaan informasi yang menyebabkan masalah internal rumah tangga menjadi konsumsi publik.
- Tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa dinilai sebagai solusi fundamental untuk memperkokoh pertahanan keluarga dari pengaruh negatif di jejaring digital.
- Kejayaan umat dan kekuatan bangsa berawal dari keharmonisan keluarga, namun konflik kerap terjadi akibat ketidakmampuan individu mengelola gejolak emosi.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Tantangan kehidupan berkeluarga pada era media sosial dinilai semakin kompleks seiring keterbukaan informasi. Persoalan rumah tangga yang berujung pada kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga perceraian kini kerap menjadi konsumsi publik di ruang digital.
Hal tersebut disampaikan Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Ustaz Prof. Dr. Muhammad Zainal Abidin, M.Ag., dalam siaran Kuliah Subuh RRI Pro1 Banjarmasin, Selasa, 28 Juli 2026. Menurutnya, penyucian jiwa atau tazkiyatun nafs menjadi fondasi penting untuk membangun keluarga yang harmonis dan tangguh.
"Keluarga yang tahan banting dimulai dari kualitas individu," ujar Ustaz Zainal. “Orang yang berhasil menyucikan jiwanya akan lebih mampu menjaga keharmonisan rumah tangga.”
Ia menjelaskan, tazkiyatun nafs mengajarkan setiap anggota keluarga untuk mengendalikan ego dan membersihkan diri dari sifat-sifat tercela. Proses tersebut dilakukan melalui tahapan takhali, tahalli, dan tajalli secara konsisten agar terbentuk pribadi yang berakhlak mulia.
Menurutnya, penyakit hati seperti riya, sombong, dan dengki dapat merusak hubungan dalam keluarga apabila tidak dikendalikan. Ikatan rumah tangga yang dibangun atas dasar keikhlasan karena Allah Swt akan lebih mampu menghadapi berbagai persoalan.
Ustaz Zainal juga mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan media sosial. Menurutnya, kebiasaan memamerkan kehidupan pribadi secara berlebihan dapat memicu iri hati dan berdampak pada keharmonisan keluarga.
"Penyakit ain dan kedengkian dapat muncul akibat penggunaan media sosial yang tidak bijak," katanya. “Karena itu, setiap keluarga perlu menjaga sikap dan membatasi hal-hal yang bersifat pribadi.”
Ia mengajak setiap pasangan membiasakan hidup sederhana, bersyukur, dan menghayati setiap ibadah yang dijalankan. Menurutnya, ibadah yang dilakukan dengan penuh kesadaran akan menghadirkan ketenangan batin yang berdampak positif bagi kehidupan keluarga.
"Ibadah yang dihayati dengan sungguh-sungguh menjadi benteng sejati bagi keutuhan rumah tangga," ucap Ustaz Zainal. “Spiritualitas yang kuat akan membantu keluarga menghadapi berbagai tantangan kehidupan.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....