Dicatut Kasus Penggelapan Dana, Direktur RSUD Sultan Suriansyah Buka Suara
- 18 Agt 2026 16:48 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Informasi yang mencatut nama Direktur RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin beredar di media sosial terkait dugaan kasus penipuan, penggelapan dana, dan investasi.
- dr. Fajar Sukma Nan Agung membantah tegas keterlibatannya dalam investasi yang dimaksud dan menegaskan tidak mengenal sosok yang menawarkan investasi tersebut.
- Kasus ini melibatkan pegawai RSUD Sultan Suriansyah yang diduga ditipu dalam penawaran investasi oleh pihak yang tidak teridentifikasi.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Baru-baru ini beredar informasi di media sosial yang mencatut nama Direktur RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin, dr. Fajar Sukma Nan Agung, dalam dugaan kasus penipuan, penggelapan dana, dan investasi. Dalam unggahan tersebut, nama dr. Fajar dikaitkan dengan persoalan investasi yang terjadi di lingkungan pegawai RSUD Sultan Suriansyah.
Saat dikonfirmasi, dr. Fajar membantah tegas informasi tersebut. Ia memastikan tidak pernah terlibat dalam investasi yang dimaksud dan mengaku tidak mengenal sosok Dessy Emilia Saraswati, yang disebut sebagai pihak yang menawarkan investasi kepada sejumlah pegawai.
“Saya tegaskan tidak mengenal saudari Dessy Emilia Saraswati,” kata dr. Fajar, Selasa, 18 Agustus 2026. “Saya juga tidak pernah terlibat ataupun mendukung dugaan penipuan maupun penggelapan dana sebagaimana informasi yang beredar di media sosial.”
Ia menjelaskan persoalan investasi tersebut sebenarnya merupakan kasus lama yang bermula pada 2019. Saat itu, Dessy yang merupakan staf administrasi non-ASN menawarkan investasi kepada sejumlah pegawai rumah sakit.
Sejumlah pegawai kemudian mengikuti investasi tersebut dengan nilai yang disebut mencapai ratusan juta rupiah. Namun, belakangan investasi itu diduga bermasalah hingga dana para pegawai tidak dapat dikembalikan.
dr. Fajar menegaskan persoalan tersebut merupakan urusan pribadi antarpegawai dan tidak berkaitan dengan keuangan RSUD Sultan Suriansyah. Ia memastikan tidak ada dana kas rumah sakit yang terlibat dalam persoalan investasi tersebut.
“Ini bukan uang kas rumah sakit, melainkan permasalahan investasi antarpegawai. Jadi tidak ada kaitannya dengan keuangan maupun kebijakan RSUD Sultan Suriansyah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan dipercaya menjabat sebagai Direktur RSUD Sultan Suriansyah sejak Februari 2026. Sementara ketika persoalan investasi itu terjadi pada rentang 2019 hingga 2022, dirinya masih bertugas sebagai kepala salah satu puskesmas di Kota Banjarmasin.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial, terlebih jika belum diketahui kebenarannya. Menurutnya, informasi yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Saya mengimbau masyarakat, khususnya warga Banjarmasin dan Kalimantan Selatan, agar lebih bijak menerima informasi di media sosial,” katanya. “Jangan mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.”
Salah seorang staf RSUD Sultan Suriansyah juga membenarkan bahwa persoalan tersebut merupakan kasus lama yang bermula sejak 2019. Menurutnya, Dessy sudah tidak lagi bekerja di RSUD Sultan Suriansyah sejak 2022.
Dengan demikian, persoalan tersebut tidak berkaitan dengan kepemimpinan dr. Fajar yang baru menjabat sebagai direktur pada 2026. Ia kembali menegaskan perkara tersebut merupakan persoalan pribadi antarpegawai dan tidak melibatkan dana milik RSUD Sultan Suriansyah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....