Maknai Kemerdekaan dengan Mengendalikan Hawa Nafsu
- 17 Agt 2026 16:14 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- HUT ke-81 Republik Indonesia dipandang sebagai momentum untuk memaknai kemerdekaan tidak hanya dari penjajahan fisik, tetapi juga dari hawa nafsu.
- Dalam perspektif Islam, kemerdekaan sejati diwujudkan dengan menjalankan perintah Allah Swt, menjauhi larangan-Nya, dan menjaga hubungan baik dengan sesama.
- Ustaz Ilyas menekankan bahwa kemampuan mengendalikan hawa nafsu merupakan bagian penting dari konsep kemerdekaan diri yang sebenarnya.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum untuk memaknai kemerdekaan, tidak hanya sebagai kebebasan dari penjajahan, tetapi juga dari hawa nafsu. Dalam perspektif Islam, kemerdekaan dapat diwujudkan dengan menjalankan perintah Allah Swt, menjauhi larangan-Nya, serta menjaga hubungan baik dengan sesama.
"Mampu mengendalikan hawa nafsu adalah bagian penting dari kemerdekaan diri," ujar Ustaz Ilyas, S.Pd.I., dalam program Hikmah Subuh RRI Pro4 Banjarmasin, Senin, 17 Agustus 2026. “Merdeka itu bukan cuma bebas secara fisik, tetapi juga bagaimana agar merdeka dari hawa nafsu.”
Ia menjelaskan, persatuan hendaknya dibangun melalui kebaikan dan ketakwaan. Salah satunya dengan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya karena dapat memicu fitnah dan perpecahan.
"Jangan buru-buru atau langsung menyebarkan informasi, tetapi telaah lebih dulu agar tidak merusak persaudaraan. Hindari hoaks itu penting," katanya.
Ustaz Ilyas menilai, silaturahmi menjadi salah satu cara untuk menjaga persatuan di tengah masyarakat. Meski sederhana, kepedulian dapat diwujudkan melalui bantuan berupa pikiran, tenaga, materi, dan bentuk dukungan lainnya untuk mempererat hubungan antarsesama.
Selain itu, umat Islam dianjurkan tidak terburu-buru memberikan tanggapan negatif terhadap suatu persoalan. Sikap tersebut diperlukan agar setiap persoalan dapat disikapi secara bijak dan tidak memperkeruh keadaan.
"Sebelum menanggapi sesuatu, sebaiknya ditelaah dulu agar tidak memperkeruh keadaan," ujarnya. “Jika kedamaian terwujud, kita bisa beribadah maupun bekerja dengan nyaman.”
Ustaz Ilyas juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dengan tidak saling menghina atau merendahkan. Masyarakat hendaknya saling menghargai, memberikan apresiasi, dan membiasakan diri melakukan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan masing-masing.
Momentum kemerdekaan menjadi pengingat untuk memperkuat ukhuwah sekaligus menghadirkan kebaikan dalam kehidupan. Umat Islam diharapkan terus mengisi kemerdekaan dengan amal kebaikan dan memperdalam ilmu agama sebagai tuntunan dalam menjalani kehidupan.
"Mari kita isi dan maknai kemerdekaan ini dengan amal kebaikan, terus belajar agama sebagaimana tuntunan Rasulullah saw," ujar Ustaz Ilyas. “Hal ini agar tercapai keberkahan hidup di dunia dan akhirat.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....