Waspadai Empat Perkara Hati Menjadi Gelap

  • 22 Jul 2026 07:26 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Sebagai pusat keimanan dan amal seseorang maka umat muslim senantiasa diingatkan untuk tidak hanya memperhatikan penampilan fisik dan harta benda semata, namun penting juga dalam menjaga kebersihan hati. Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz M. Misran Darmy, S.Th.I., M.Pd dalam acara Hikmah Subuh, Rabu, 22 Juli 2026 di RRI Pro. 4 Banjarmasin.

Ustaz Misran Darmy juga mengungkapkan bahwa Rasulullah Saw telah menegaskan bahwa Allah Swt tidak hanya melihat rupa maupun harta seseorang, melainkan hati dan amal perbuatannya. "Hati merupakan penentu baik dan buruknya seluruh anggota tubuh. Jika hati baik, maka perilaku seseorang juga akan baik, dan sebaliknya jika hati rusak, maka seluruh amalpun akan ikut terpengaruh," ujar Ustaz Misran Darmy

Ia menjelaskan empat perkara utama yang dapat menyebabkan hati menjadi gelap sebagaimana dijelaskan para ulama. Pertama adalah perut yang terlalu kenyang, makan dan minum secara berlebihan hingga melampaui batas. "Makan secara berlebihan itu membuat hati keras, ibadah jadi berat, bahkan empati kepada sesama berkurang. Kalau sudah demikian tidak jarang seseorang mudah dikuasai hawa nafsu," katanya

Sementara perkara kedua adalah berteman dengan orang-orang yang gemar berbuat maksiat atau memiliki akhlak tidak baik. Mengutip nasihat Imam Al-Ghazali, Ustaz Misran Darmy memberi pesan agar selalu hati-hati dalam memilih lingkungan pergaulan. Menurutnya, teman itu memiliki pengaruh besar terhadap hati, apalagi jika pergaulan yang buruk dapat membuat seseorang menganggap dosa sebagai sesuatu yang biasa.

Perkara ketiga adalah melupakan dosa-dosa yang pernah dilakukan namun tanpa disertai taubat. Menurut Ustaz Misran Darmy, setiap dosa akan meninggalkan noda hitam di dalam hati dan jika hal itu terus dibiarkan maka hati akan tertutup dari cahaya petunjuk Allah Swt. Setiap muslim hendaknya jangan pernah merasa aman dari dosa.

"Perbanyak istighfar disertai taubat yang sungguh-sungguh agar hati tetap hidup,"ujarnya

Sedangkan perkara keempat adalah panjang angan-angan atau thulul amal. Perkara ini adalah gambaran seseorang yang terlalu sibuk dalam mengejar urusan dunia sehingga lupa mempersiapkan bekal untuk akhirat. Berbeda dengan orang yang selalu mengingat kematian, maka ia akan lebih mudah bermuhasabah, lebih ikhlas beramal, dan tidak terlena oleh kenikmatan dunia yang hanya sementara.

"Mari kita terus membersihkan hati dengan dzikir, taubat serta memperbaiki pergaulan dan mengendalikan hawa nafsu. Semoga hati kita terjaga tetap hidup, agar mudah menerima hidayah dan istiqamah dalam ketaatan kepada Allah Swt," ujarnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....