Harta dalam Islam adalah Titipan dan Ujian Keimanan
- 01 Jun 2026 13:59 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Dalam Islam, harta yang dimiliki manusia pada hakikatnya merupakan titipan rezeki yang telah diatur dan diukur oleh Allah Swt. Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz M. Misran Darmy, S.Th.I., M.Pd dalam program Hikmah Subuh, Senin, 1 Juni 2026 di RRI Pro4 Banjarmasin.
Ustaz Misran menjelaskan bahwa sikap kikir dan kecintaan berlebihan terhadap harta menjadi salah satu penghalang utama seseorang untuk bersedekah. Menurutnya, banyak orang merasa bahwa harta sepenuhnya merupakan hasil usaha sendiri sehingga berat untuk berbagi kepada sesama. Hal ini juga diperparah oleh rasa takut miskin yang sering muncul dalam diri manusia.
“Padahal Allah telah menjamin rezeki setiap hamba,” ujarnya. “Dan sedekah tidak akan mengurangi keberkahan harta yang dimiliki.”
Ia menambahkan, kebiasaan menunda amal kebaikan juga menjadi penyebab seseorang enggan bersedekah. Selain itu, perilaku riya atau pamer dalam beramal dapat menghilangkan pahala karena justru menyakiti penerima sedekah.
“Kelak akan banyak orang menyesal ketika kesempatan beramal telah tertutup oleh datangnya ajal,” ujar Ustaz Misran. “Penyesalan itu datang karena waktu untuk berbuat baik sudah tidak ada lagi.”
Menurutnya, godaan setan menjadi tantangan besar bagi manusia dalam menjalankan ketaatan. Setan senantiasa membisikkan kemalasan dan membuat maksiat tampak lebih menarik dibanding ibadah, ditambah hawa nafsu dan kecintaan berlebihan pada dunia.
“Saat hati terlalu sibuk mengejar urusan dunia, ibadah sering dianggap sebagai beban yang mengganggu aktivitas,” katanya. “Padahal justru di situlah ujian keimanan seseorang.”
Ustaz Misran juga berpesan agar umat Islam menjaga lingkungan pergaulan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Teman yang baik akan mengajak kepada kebaikan, sementara lingkungan yang buruk dapat menyeret seseorang pada kelalaian dan kemaksiatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....