Rabiul Awal Momentum Perkuat Cinta Rasul dan Bangsa
- 16 Agt 2026 06:40 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Rabiul Awal menjadi momentum memperkuat cinta kepada Rasulullah SAW melalui keteladanan
- Kecintaan kepada Rasul perlu diwujudkan dalam akhlak dan manfaat bagi sesama
- Cinta tanah air dapat dibuktikan dengan kontribusi nyata dalam mengisi kemerdekaan
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Rabiul Awal menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menumbuhkan rasa cinta kepada bangsa dan tanah air. Kedua momentum tersebut dapat dipertemukan melalui keteladanan, tanggung jawab, persatuan, dan amal nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Rabiul Awal tidak semestinya hanya diisi dengan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi perubahan akhlak umat. Nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah seperti kejujuran, amanah, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama tetap relevan dalam kehidupan masyarakat saat ini.
“Cinta kepada Rasulullah SAW merupakan bagian dari kesempurnaan iman, tetapi cinta itu tidak cukup hanya diucapkan. Cinta kepada Rasul harus dibuktikan dengan mengikuti dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan,” ujar Akademisi UIN Antasari, Dr. Dzikri Nirwana, M.Ag saat dialog Kuliah Subuh RRI PRO1 Banjarmasin, Minggu 16 Agustus 2026.
Menurut Dzikri Nirwana, keteladanan Rasulullah mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari ibadah, keluarga, kepemimpinan hingga cara membangun hubungan dengan masyarakat. Karena itu, peringatan Rabiul Awal diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mendorong perubahan perilaku yang memberikan manfaat bagi orang lain.
“Rabiul Awal seharusnya menjadi momentum transformasi akhlak. Jika kita mencintai Nabi, maka kita belajar menjadi pribadi yang jujur, amanah, menghargai sesama, tidak mudah memecah persaudaraan, dan mampu memberikan manfaat,” katanya.
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari ini mengatakan bahwa momentum Rabiul Awal tahun ini juga berdekatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus. Kedekatan kedua momentum tersebut dapat menjadi pengingat bahwa kecintaan kepada Rasul dan rasa syukur atas kemerdekaan sama-sama perlu diwujudkan melalui kontribusi nyata.
“Mencintai Rasulullah SAW adalah dengan meneladani akhlaknya, sedangkan mensyukuri kemerdekaan Indonesia adalah dengan mengisinya melalui amal kebaikan dan kontribusi bagi bangsa,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....