Rabiul Awal Jadi Momentum Perubahan Diri

  • 05 Sep 2026 07:57 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Bulan Rabiul Awal memiliki signifikansi istimewa bagi umat Islam karena merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad saw.
  • Rabiul Awal merupakan momentum bagi umat Islam untuk melakukan perubahan diri dan memperkuat kecintaan kepada Rasulullah saw.
  • Perjalanan hidup Rasulullah saw perlu dipelajari tidak hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi juga sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Rabiul Awal dapat dijadikan momentum untuk melakukan perubahan diri, tidak hanya sebagai bulan untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad saw. Bulan ini menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah saw sekaligus meneladani akhlaknya.

Guru Besar UIN Antasari, Prof. Dr. H. Suriagiri, M.Pd., dalam Kuliah Subuh RRI Pro1 Banjarmasin, Sabtu, 5 September 2026, mengatakan Rabiul Awal memiliki tempat istimewa bagi umat Islam karena dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad saw. Karena itu, perjalanan hidup Rasulullah saw perlu dipelajari bukan sekadar untuk menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan.

“Rabiul Awal sebaiknya tidak hanya menjadi bulan ketika kita banyak mendengar kisah tentang Rasulullah saw. Lebih jauh, bulan ini dapat menjadi titik awal perubahan diri,” ujarnya.

Guru Besar Ilmu Manajemen Pendidikan tersebut menyampaikan perubahan dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di antaranya menjaga salat, memperbaiki akhlak, menjaga lisan dari gibah dan fitnah, memperlakukan keluarga dengan baik, serta membantu orang lain sesuai kemampuan.

“Setelah membaca perjalanan hidup Nabi, kita dapat bertanya kepada diri sendiri, sudahkah kita menjaga salat, memperbaiki akhlak, dan menjaga lisan?” katanya. “Sudahkah kita memperlakukan keluarga dengan baik serta menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu orang lain?”

Ia menjelaskan, kecintaan kepada Nabi Muhammad saw juga tidak semestinya berhenti ketika Rabiul Awal berakhir. Selawat, mengikuti sunah, membaca Al-Qur'an, menjaga akhlak, dan melakukan amal saleh perlu terus dilakukan sepanjang kehidupan.

“Bukti cinta kepada Nabi bukan hanya dengan mengenang kelahiran beliau, tetapi juga dengan berusaha menjalankan sunah dan memperbaiki akhlak,” kata Prof. Dr. H. Suriagiri, M.Pd. “Memperbanyak amal saleh dan menjadikan Rasulullah saw sebagai teladan dalam kehidupan juga merupakan wujud kecintaan kepada beliau.”

Rabiul Awal diharapkan menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan meneladani akhlak Nabi Muhammad saw. Keteladanan tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui ibadah, akhlak yang baik, serta kepedulian terhadap sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....