Puncak Kemarau Picu Risiko Gangguan Kesehatan dan Karhutla
- 13 Agt 2026 16:26 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Puncak musim kemarau di Kalimantan Selatan meningkatkan risiko gangguan kesehatan dan kebakaran hutan lahan akibat kondisi udara kering, suhu panas siang hari, dan angin kuat.
- Perubahan suhu yang kontras dapat memengaruhi kondisi tubuh manusia terutama ketika masyarakat kurang menjaga asupan cairan selama musim panas.
- Kekeringan vegetasi dan lahan membuat potensi kebakaran hutan lahan meningkat signifikan sehingga diperlukan kewaspadaan ekstra dari masyarakat.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Puncak musim kemarau meningkatkan risiko gangguan kesehatan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. Kondisi udara yang kering, suhu panas pada siang hari, serta angin yang cukup kuat membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.
Pengamat dan Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Gusti Syamsir Alam Kotabaru, Siti Anisa Eka Buana, S.Tr.Met., mengatakan perubahan suhu yang kontras dapat memengaruhi kondisi tubuh, terutama ketika masyarakat kurang menjaga asupan cairan. Kekeringan juga membuat vegetasi dan lahan lebih mudah terbakar sehingga potensi karhutla meningkat.
“Udara dingin yang teramat kering ini secara diam-diam menyerap cairan dari kulit dan tubuh kita,” ujar Siti Anisa dalam program Kentongan RRI Pro1 Banjarmasin, Selasa, 11 Agustus 2026. “Makanya banyak warga yang tiba-tiba mengalami batuk, radang tenggorokan, ISPA, bibir kering hingga dehidrasi.”

Menurutnya, masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan memperhatikan kondisi tubuh dan memenuhi kebutuhan air meskipun tidak merasa haus. Penggunaan pelembap, lip balm, serta jaket yang dapat menahan angin juga disarankan bagi masyarakat yang beraktivitas pada malam hari.
“Untuk kondisi panas di siang hari lalu dingin menyengat di malam hari, perbanyak asupan air putih,” ucap Siti Anisa. “Gunakan pelembap kulit atau lip balm dan jaket yang menahan angin jika harus beraktivitas di malam hari.”
Ancaman lain yang perlu diperhatikan adalah karhutla karena kondisi lahan yang kering dan berangin dapat membuat api cepat meluas. Masyarakat diminta tidak membakar lahan maupun membuang puntung rokok sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Cuaca yang teramat kering dan berangin memang sangat rawan memicu kebakaran hutan dan lahan,” ujar Siti Anisa. “Mari bersama-sama kita hentikan kebiasaan membakar dan laporkan jika menemukan titik api sekecil apa pun.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....