Debit Air Menyusut, Pemkab Balangan Antisipasi Kekeringan dan Krisis Air Bersih
- 17 Agt 2026 14:38 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Balangan - Ancaman kekeringan dan krisis air bersih mulai membayangi wilayah Kabupaten Balangan pada musim kemarau tahun ini. Penurunan debit air dilaporkan telah terjadi di sejumlah wilayah hulu sungai dampak dari fenomena kemarau panjang.
Kondisi menyusutnya pasokan air tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Balangan. Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, membenarkan bahwa sejumlah aliran sungai kini mulai dangkal.
"Saat ini memang di beberapa titik debit air sudah mulai menipis dan sungai-sungai kita sudah mulai dangkal. Ini juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah," ujarnya.
Ia menyebut pihaknya telah bergerak cepat memperkuat koordinasi intensif bersama jajaran PDAM Kabupaten Balangan. Langkah sinergi ini dilakukan guna menjamin ketersediaan serta kelancaran pasokan air bersih bagi kebutuhan warga.
Rahmi menjelaskan pihak pengelola air minum telah menyiapkan langkah teknis penanganan di lapangan. Salah satu upaya penanganan darurat yang dilakukan yaitu pembuatan bendungan sungai untuk menjaga ketersediaan pasokan baku.
"Dari PDAM juga telah melakukan upaya untuk menjaga ketersediaan air bersih kita. Salah satunya melalui bendung sungai untuk ketersedian pasokan air," katanya menambahkan.
Sementara itu, Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi seluruh wilayah Kabupaten Balangan kini telah memasuki musim kemarau. Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan, Klaus Johannes Apoh Damanik, m memprediksi kondisi kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang dan kering.
Pihaknya mengimbau pemerintah daerah untuk memanfaatkan proyeksi cuaca ini dalam menyusun langkah mitigasi sejak dini. BMKG memproyeksikan puncak fenomena musim kering tersebut akan terjadi pada September mendatang.
"Puncak musim kemarau ini diprediksi akan berlangsung pada bulan September mendatang. Sehingga dasar ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan pemerintah dalam mengambil langkah antisipatif," ucap Apoh Damanik.
Durasi musim kemarau di Kabupaten Balangan diprediksi berjalan selama 16 hingga 18 dasarian atau berakhir pada Oktober mendatang. Selain itu, fenomena El Nino diperkirakan bertahan hingga awal tahun 2027 yang turut berdampak pada curah hujan.
"Dengan kondisi ini musim hujan kita juga pasti akan terpengaruh. Sementara curah hujan juga diprediksi akan lebih sedikit pada awal musim hujan nanti," katanya menambahkan.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Balangan telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan pada Rabu, 12 Agustus 2026. Penetapan status siaga darurat tersebut diproyeksikan bakal berlaku hingga akhir Oktober mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....