Antisipasi Karhutla Meluas, Kesiapsiagaan di Balangan Diperkuat
- 13 Agt 2026 14:05 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Balangan - Kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana guna menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan terus diperkuat di Kabupaten Balangan. Langkah pencegahan ini ditingkatkan usai pemerintah daerah resmi menetapkan status siaga darurat karhutla hingga akhir Oktober mendatang.
Tingginya potensi ancaman bencana di wilayah tersebut terbukti dari tercatatnya 17 kasus kebakaran lahan dengan luas mencapai 29,5 hektare. Kejadian kebakaran tersebut mendominasi kawasan lahan gambut di Kecamatan Lampihong serta beberapa area titik rawan lainnya.
Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi, menegaskan pentingnya mengutamakan langkah pencegahan dan mitigasi dalam menghadapi ancaman bencana. Menurutnya, penanganan karhutla harus berfokus pada tindakan antisipasi sebelum titik api meluas.
"Pencegahan itu lebih utama dan jauh lebih murah biayanya. Jika dibandingkan dengan penanggulangan saat api sudah membesar tentu lebih baik mencegah," katanya dalam Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Karhutla dan Kekeringan, Rabu, 12 Agustus 2026.
Akhmad Fauzi mengingatkan masyarakat untuk aktif terlibat dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar. Pihaknya mendorong kampanye pencegahan terus disebarluaskan melalui media sosial dan media massa agar kesadaran warga meningkat.
Guna mendukung penanganan di lapangan, tim gabungan kini menyiagakan jajaran personel di seluruh wilayah. Petugas disiagakan untum langsung diterjunkan sebagau respons cepat setiap kemunculan titik panas yang terdeteksi.
Kapolres Balangan, AKBP Arif Mansyur Supartono, memastikan kesiapan armada dan jajaran personel penanggulangan karhutla. Pihaknya siap bersinergi dengan seluruh instansi terkait guna menangani potensi kebakaran secara terpadu.
"Satu tim dari polres dan polsek akan hadir gabungan bersama BPBD, TNI, Manggala Agni. Tentu juga bersama relawan untuk melakukan penanganan di lapangan," ujarnya.
Kesiapsiagaan ekstra ini dibutuhkan mengingat prediksi BMKG musim kemarau di Balangan diperkirakan berlangsung hingga 18 dasarian. Selain bahaya karhutla, pemerintah daerah turut mengantisipasi potensi krisis air bersih akibat penurunan debit air sungai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....