Wajib Belajar Prasekolah Digencarkan, Neli: Jangan Ada Anak yang Tertinggal

  • 12 Agt 2026 14:12 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin mulai menggencarkan Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah. Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Neli Listriani, mengajak seluruh lapisan masyarakat ikut memastikan tidak ada anak usia dini yang tertinggal dari akses pendidikan.

Ajakan itu disampaikan Neli saat roadshow edukasi Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah yang menyasar kecamatan dan kelurahan di Kota Banjarmasin. Kegiatan di wilayah Kecamatan Banjarmasin Timur dan Selatan, Rabu, 12 Agsutus 2026, diikuti kader Pokja Bunda PAUD, guru, tokoh masyarakat, unsur LPMK, hingga RT/RW.p

Neli menegaskan, pendidikan prasekolah tidak boleh lagi dianggap sekadar formalitas sebelum anak masuk Sekolah Dasar (SD). Justru, fase usia dini menjadi masa penting dalam membentuk karakter, emosi, kemampuan literasi, perkembangan sosial hingga kemandirian anak.

“Pendidikan anak usia dini adalah hak setiap anak. Kenapa hal ini penting? Sebab di usia 0-6 tahun adalah masa emas bagi tumbuhkembang otak anak terbentuk,” kata Neli.

Menurutnya, Pemko Banjarmasin bersama Pokja Bunda PAUD ingin memastikan seluruh anak usia dini memperoleh kesempatan belajar di lingkungan yang aman, menyenangkan dan bermakna. Hal tersebut juga sejalan dengan arahan Wali Kota Banjarmasin agar program pendidikan anak usia dini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama hingga tingkat masyarakat paling bawah.

“Kita tentu harus bergerak bersama. Keberhasilan program ini tidak bisa bertumpu pada pemerintah kota dan Pokja PAUD saja, tetapi membutuhkan partisipasi dan dukungan penuh dari orang tua dan lapisan masyarakat,” ujarnya.

Neli mengatakan, Pemko Banjarmasin akan terus memperluas akses layanan PAUD dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Selain itu memperkuat tata kelola agar pendidikan anak usia dini semakin berkualitas dan merata.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, menilai program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah menjadi bagian penting. Terutama dalam menyiapkan generasi penerus yang unggul dan berkarakter.

Ia meyakini pendidikan prasekolah dapat memberikan dampak nyata terhadap kesiapan anak sebelum memasuki jenjang SD. Terutama dalam kemampuan bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungan baru.

“Kalau dulu kita wajib belajarnya 12 tahun. Hari ini anak-anak diharapkan dapat ikut 1 tahun prasekolah sebelum mereka siap bersosialisasi, mendapat teman yang lebih banyak hingga mengenal lingkungan baru,” kata Ryan.

Untuk memastikan program berjalan, Disdik Banjarmasin fokus pada tiga aspek utama, yakni aksesibilitas, kualitas dan keberlanjutan pendidikan anak.Ryan menyebut pelibatan kader Pokja PAUD dari tingkat kecamatan hingga kelurahan, bersama tokoh masyarakat dan perangkat lingkungan, menjadi strategi penting untuk menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan layanan pendidikan prasekolah.

“Makanya kenapa kita hadirkan kader Pokja PAUD kecamatan, kelurahan, hingga tokoh masyarakat hari ini. Tujuannya supaya mereka bisa menjadi penyambung lidah dan lebih perhatian terhadap anak-anak di sekitar yang belum bersekolah agar bisa ditindaklanjuti,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....