Pekan ASI Sedunia Dorong Penguatan Dukungan Ibu Menyusui

  • 09 Agt 2026 21:11 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Pekan ASI Sedunia yang diperingati 1-7 Agustus menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemberian Air Susu Ibu.
  • Dukungan terhadap ibu menyusui memerlukan keterlibatan berkelanjutan dari pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, tempat kerja, dan masyarakat secara komprehensif.
  • Penciptaan lingkungan yang aman dan nyaman bagi ibu menyusui merupakan kunci kesuksesan program ASI dan kesehatan bayi jangka panjang.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pekan ASI Sedunia menjadi momentum untuk memperkuat dukungan terhadap ibu menyusui di Kota Banjarmasin. Peringatan yang berlangsung setiap 1–7 Agustus tersebut mendorong berbagai pihak membangun sistem dukungan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi ibu dan bayi.

Hal tersebut disampaikan Yuliani, S.ST., M.M., dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia dalam acara Cerita di Siang Hari RRI Pro1 Banjarmasin. Menurutnya, penguatan sistem dukungan menyusui penting sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

“Penguatan sistem dukungan menyusui penting sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak,” ujar Yuliani. “Edukasi mengenai manfaat ASI dan pendampingan bagi ibu menyusui perlu dilakukan secara konsisten.”

Yuliani menjelaskan, keluarga memiliki peran penting dalam mendukung ibu selama proses menyusui. Bantuan dalam pekerjaan rumah tangga, dukungan emosional, serta kesempatan bagi ibu untuk beristirahat dan menyusui dengan nyaman menjadi bentuk dukungan sederhana yang dapat memberikan dampak besar.

Selain keluarga, pemerintah, tenaga kesehatan, tempat kerja, dan masyarakat juga perlu berperan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung ibu menyusui. Kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar ibu memperoleh akses informasi, pendampingan, serta fasilitas yang memadai selama proses menyusui.

Menurut Yuliani, tempat kerja perlu menyediakan lingkungan yang ramah bagi ibu menyusui. Penyediaan ruang laktasi, waktu yang memadai untuk memerah ASI, serta kebijakan yang mendukung ibu menyusui menjadi bagian dari sistem dukungan yang perlu diperkuat.

Tenaga kesehatan turut memiliki peran strategis melalui pemberian informasi dan konseling yang tepat sejak masa kehamilan, persalinan, hingga setelah melahirkan. Pendampingan yang berkesinambungan diharapkan dapat membantu ibu menghadapi berbagai tantangan selama proses menyusui.

Yuliani berharap peringatan Pekan ASI Sedunia di Banjarmasin tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa keberhasilan pemberian ASI membutuhkan dukungan bersama yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, tempat kerja, dan masyarakat, Banjarmasin diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang semakin mendukung ibu menyusui. Upaya tersebut sekaligus menjadi investasi penting untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta kualitas hidup generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....