Akses Tertutup Antrean SPBU, Omzet Pelaku Usaha Merosot Tajam

  • 07 Agt 2026 01:12 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kepadatan antrean kendaraan di sejumlah SPBU Kota Banjarmasin kini mulai berdampak serius terhadap aktivitas perekonomian masyarakat sekitar. Salah satu yang paling terdampak adalah para pelaku usaha lantaran tempat usahanya kerap tertutup deretan kendaraan.

Kondisi tersebut salah satunya dirasakan oleh Abdullah, pemilik usaha tambal ban di depan Kompleks Anamas, kawasan SPBU RE Martadinata, Kelurahan Telawang, Banjarmasin Barat. Pria berusia 60 tahun ini mengeluhkan pendapatannya yang merosot tajam akibat lapak usahanya yang tertutup oleh antrean kendaraan.

"Ini menutup akses kan istilahnya. Tempat saya juga jadi tidak kelihatan sama orang," ujarnya, Kamis, 6 Agustus 2026.

Ia menjelaskan bahwa antrean kendaraan biasanya mengular hingga puluhan meter pada momen pagi dan sore hari. Kondisi tersebut membuat omzet harian yang biasa ia dapatkan berkurang hingga lebih dari separuh dari biasanya.

"Kalau sebelumnya bisa dapat Rp100 ribu sampai Rp200 ribu seharinya. Sekarang dapat Rp50 ribu juga sudah susah," katanya menambahkan.

Di sisi lain, para pengendara memilih tetap bertahan di barisan untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite yang harganya lebih terjangkau. Salah seorang pengendara, Romy, mengaku pasrah mengantre lebih lama demi menghemat pengeluaran BBM.

"Kalau dulu kadang-kadang saya beli Pertamax biar tidak mengantre. Sekarang harganya mahal, jadi ikut mengantre saja di Pertalite," ucapnya.

Menurut Romy, hal serupa juga dirasakan oleh banyak pengendara lainnya. Sebagian besar warga lebih memilih bersabar mengantre di jalur Pertalite demi menekan biaya operasional harian.

Kondisi inilah yang sebelumnya memicu keresahan warga serta pelaku usaha hingga meletakkan kayu dan ban bekas di badan jalan. Aksi penutupan tersebut dilakukan agar area depan tempat usaha maupun pintu keluar masuk permukiman tidak terus-menerus tertutup antrean.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....