Antrean Panjang di SPBU, Pertamina Lakukan Penebalan Suplai

  • 21 Jul 2026 10:27 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Penutupan sejumlah SPBU di Kalimantan Selatan memicu lonjakan antrean di beberapa lokasi pengisian BBM lain. Kondisi ini terjadi lantaran masyarakat beralih ke SPBU terdekat untuk mendapatkan bahan bakar.

Pantauan di lapangan pada Senin, 20 Juli 2026, sejumlah titik SPBU di Kota Banjarmasin hingga kini masih mengalami antrean panjang yang mengular. Bahkan di sebagian SPBU antrean kendaraan sempat memanjang hingga ke luar area SPBU.

Menyikapi hal tersebut, Sales Branch Manager 1 Kalsel Fuel Pertamina Patra Niaga, Wicaksono Ardi Nugroho, menyebut pihaknya telah mengambil langkah antisipasi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menambah suplai BBM ke SPBU yang rentan mengalami kepadatan.

"Kami sudah melakukan penebalan suplai di sekitar SPBU yang terkena sanksi. Ini langkah kami agar pasokan bahan bakar untuk masyarakat tetap terjaga," ujarnya kepada RRI.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Peningkatan volume antrean kendaraan di sejumlah titik SPBU saat ini menjadi perhatian serius, sehingga Pertamina bertindak cepat di lapangan.

"Langkah pemantauan juga terus kami lakukan bersama pihak-pihak terkait, agar proses distribusi di lapangan dapat berjalan lancar," ucap Wicaksono menambahkan.

Terkait ketersediaan stok, Wicaksono menegaskan kondisi distribusi BBM di lapangan saat ini masih terpantau stabil. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak panik demi menjaga kondusivitas bersama.

Berdasarkan data Pertamina, di wilayah Kalimantan Selatan sepanjang tahun 2026, tercatat sedikitnya 67 SPBU dijatuhi sanksi pembinaan. Puluhan titik SPBU tersebut kedapatan melanggar aturan dasar pelayanan hingga penyaluran BBM yang tidak sesuai ketentuan.

Dari total sanksi tersebut, penutupan operasional secara menyeluruh sempat terjadi di SPBU Jalan Pramuka, Kota Banjarmasin. Selain itu, kondisi serupa terjadi di SPBU Jalan Ahmad Yani Km 5, meskipun sanksi pembinaan hanya berlaku pada jalur pengisian Pertalite.

Terhentinya pelayanan BBM tersebut sempat memicu kebingungan di tengsh masyarakat. Banyak pengendara roda dua maupun roda empat yang terpaksa putar balik karena tidak dapat mengisi bahan bakar.

"Belum tahu kalau Pertalite tidak ada lagi di sini. Jadi tadi pas masuk, ternyata sudah tidak dijual lagi Pertalite-nya," ujar Siti, salah seorang pengendara di SPBU Ahmad Yani Km 5.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....