Antrean Truk Mengular di Sejumlah SPBU, Dishub Banjarmasin Turun Tangan
- 03 Jul 2026 15:00 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Antrean panjang truk di sejumlah SPBU kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Banjarmasin. Pasalnya, antrean puluhan armada besar tersebut dinilai berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Sejumlah titik seperti di Jalan A. Yani Km 5 dan 6, serta kawasan Banua Anyar menjadi lokasi yang paling disorot. Di wilayah-wilayah tersebut, antrean kendaraan besar kerap mengular sejak siang hingga malam hari.
Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Slamet Begjo, menerangkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan personel untuk melakukan pengawasan. Langkah ini diambil guna meminimalkan potensi sumbatan arus kendaraan di sekitar area pom bensin.
"Kami turun untuk mengatur ketertiban mereka dalam mengantre. Hal ini untuk memastikan truk-truk itu tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan lainnya," ujarnya kepada RRI, Kamis, 2 Juli 2026.
Menurut Slamet, salah satu fokus utama petugas di lapangan adalah memastikan antrean tidak menutupi akses keluar masuk gang maupun kompleks perumahan. Selain itu, petugas juga berjaga agar deretan truk tidak memakan badan jalan secara berlebihan.
"Sehingga pengguna jalan lain itu tidak terganggu. Karena truk-truk ini juga mengantre sementara sebelum mendapatkan giliran pengisian," kata Slamet menambahkan.
Lebih lanjut, Slamet menyebut para petugas di lapangan tidak hanya melakukan penertiban semata melainkan juga pendekatan persuasif. Hal itu dilakukan agar para sopir dapat mengantre dengan lebih baik tanpa mengganggu kelancaran arus lalu lintas kota.
Di lapangan, salah satu titik kepadatan berada di kawasan Jalan Ahmad Yani Kilometer 6, tepat di sekitar batas Kota Banjarmasin. Saat volume kendaraan meningkat, panjang antrean truk di lokasi tersebut bahkan dapat memanjang hingga 1 kilometer.
Salah seorang sopir truk, Anang, mengaku sengaja masuk ke jalur antrean sejak siang hari untuk mengamankan kuota biosolar. Langkah tersebut ia pilih untuk menjaga kestabilan biaya operasionalnya.
"Kalau langsung beli di SPBU harganya kan jauh lebih murah. Di luaran itu ecerannya bisa mahal sampai dua kali lipat," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....