Bunda PAUD: Guru Harus Ubah Cara Pandang, Hak Anak Tak Boleh Lagi Diabaikan!
- 05 Agt 2026 17:23 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Neli Listriani, menegaskan guru PAUD harus menjadi motor penggerak lahirnya sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan benar-benar berpihak pada hak anak. Penegasan itu disampaikan saat membuka Pelatihan Guru tentang Implementasi Konvensi Hak Anak dan Penguatan Budaya Sekolah Aman, Nyaman, dan Inklusif dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026 di Hotel berbintang, Rabu, 5 Agustus 2026.
Pelatihan yang diikuti guru PAUD se-Kota Banjarmasin itu menjadi upaya Pemerintah Kota Banjarmasin memperkuat kapasitas tenaga pendidik agar mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, bebas diskriminasi, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Dalam arahannya, Neli Listriani menegaskan pelatihan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Kota Banjarmasin.
"Kita berkumpul di sini membawa misi besar. Yakni untuk mengubah lanskap pendidikan anak usia dini di kota kita," kata Neli.
Mengusung tema Bersama Mewujudkan Sekolah yang Aman, Nyaman, Inklusif, dan Berpihak pada Hak Anak melalui Penguatan Peran Guru, ia mengajak seluruh guru menjadi pelopor perubahan dengan menghadirkan budaya sekolah yang ramah anak dan menghargai keberagaman. Menurutnya, implementasi Konvensi Hak Anak harus dimulai dari perubahan cara pandang terhadap anak sebagai individu yang memiliki hak untuk dilindungi, didengar, dan dihargai.
"Anak bukan sekadar objek pendidikan. Tetapi subjek yang memiliki hak untuk tumbuh, belajar, dan berkembang dalam lingkungan yang aman serta penuh penghargaan," ujarnya.
Neli juga menekankan bahwa pendidikan inklusif tidak hanya dimaknai sebagai penerimaan terhadap anak berkebutuhan khusus. Lebih dari itu, sekolah harus mampu menciptakan ruang belajar yang setara bagi seluruh anak tanpa membedakan latar belakang, kondisi, maupun kemampuan mereka.
Ia meminta seluruh peserta tidak berhenti pada materi yang diperoleh selama pelatihan, tetapi menerapkannya melalui langkah nyata di satuan pendidikan masing-masing. Guru juga didorong melakukan evaluasi budaya sekolah, memperkuat komunikasi dengan orang tua, serta membangun kolaborasi yang erat antara sekolah dan keluarga.
"Sinergi antara guru dan orang tua menjadi fondasi penting untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak," katanya.
Menutup arahannya, Neli menegaskan guru PAUD merupakan garda terdepan dalam membentuk karakter, kepedulian, dan ketahanan mental anak sejak usia dini. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan secara optimal dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di sekolah masing-masing.
"Saya berharap seluruh guru menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan PAUD yang ramah anak, inklusif, dan berkualitas. Dari sinilah akan lahir generasi Banua yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....