Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Dapat Disaksikan dari Indonesia

  • 05 Agt 2026 14:43 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Fenomena Gerhana Matahari Total akan terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026. Peristiwa astronomi yang dinantikan banyak pengamat langit ini akan melintasi sejumlah wilayah di belahan bumi utara, namun sayangnya tidak dapat diamati secara langsung dari Indonesia.

Berdasarkan informasi dari NASA Science, jalur totalitas gerhana akan melewati Greenland, Islandia, Samudra Atlantik, Spanyol bagian utara, Portugal, serta Rusia bagian utara. Di wilayah-wilayah tersebut, Matahari akan tertutup sepenuhnya oleh Bulan selama beberapa menit sehingga menciptakan suasana seperti senja pada siang hari.

Selain jalur totalitas, gerhana sebagian juga akan terlihat di sejumlah wilayah lain, seperti sebagian Amerika Utara, sebagian besar Eropa, serta Afrika bagian barat laut. Sementara itu, Indonesia tidak termasuk dalam lintasan gerhana, sehingga masyarakat di Tanah Air tidak dapat menyaksikan fenomena tersebut secara langsung.

Meski demikian, masyarakat Indonesia tetap dapat mengikuti momen langka ini melalui siaran langsung yang disediakan oleh berbagai lembaga astronomi dunia. Salah satunya adalah siaran dari NASA Science yang biasanya menampilkan proses gerhana secara real-time lengkap dengan penjelasan dari para ilmuwan.

Siaran langsung diperkirakan mulai berlangsung pada Rabu malam, 12 Agustus 2026, waktu Indonesia. Puncak gerhana total diperkirakan terjadi pada dini hari waktu Indonesia, sehingga masyarakat yang ingin menyaksikannya dapat mengikuti tayangan tersebut melalui kanal resmi penyelenggara.

Gerhana Matahari Total merupakan fenomena yang terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari sehingga menutupi seluruh piringan Matahari dari sudut pandang wilayah tertentu di Bumi. Karena lintasan gerhana sangat sempit, tidak semua negara dapat menikmati fenomena ini secara langsung setiap kali terjadi.

Mengutip informasi dari NASA Science dan International Astronomical Union (IAU), masyarakat diimbau hanya menyaksikan gerhana secara langsung jika berada di wilayah yang dilalui lintasan gerhana dengan menggunakan pelindung mata khusus yang memenuhi standar keselamatan. Bagi masyarakat Indonesia, mengikuti siaran langsung menjadi pilihan terbaik untuk menikmati keindahan Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tanpa harus bepergian ke luar negeri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....