BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan di Kalsel Periode Agustus–Oktober 2026

  • 26 Agt 2026 11:22 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan mengeluarkan peringatan dini terkait peningkatan potensi kekeringan di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan untuk periode Agustus hingga Oktober 2026.

Berdasarkan analisis dan prediksi Indeks Presipitasi Terstandardisasi (Standardized Precipitation Index/SPI) 3 bulanan, sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan diproyeksikan akan berada dalam kondisi kekurangan pasokan curah hujan secara signifikan.

Secara umum, mayoritas wilayah Kalimantan Selatan berada pada kategori Kering dengan cakupan mencapai 70 persen dari total area. Wilayah ini meliputi daerah seperti Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, serta sebagian besar Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Selain itu, BMKG juga memprediksi adanya area yang masuk dalam tingkat kerawanan lebih tinggi, yaitu kategori Sangat Kering sebesar 18 persen. Wilayah ini mendominasi kawasan bagian utara hingga timur laut, seperti Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara, serta bagian barat Hulu Sungai Tengah.

Sementara itu, sisa wilayah lainnya diprakirakan berada pada kategori agak kering sebesar 12 persen. Kategori ini terutama mendominasi sebagian besar area Kabupaten Tanah Laut di wilayah selatan serta beberapa area pesisir kecil di Kabupaten Kotabaru.

Hasil prediksi tersebut secara jelas mengindikasikan adanya peningkatan potensi kekeringan yang cukup merata di seluruh wilayah Kalimantan Selatan sepanjang triwulan ketiga hingga awal triwulan keempat tahun 2026 ini.

Menanggapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat, pemerintah daerah, serta para pelaku di sektor-sektor yang sensitif terhadap ketersediaan air—seperti pertanian, perkebunan, dan pengelolaan air bersih—untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini.

Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat segera mengambil langkah-langkah mitigasi dan antisipasi konkret guna meminimalkan dampak berkurangnya ketersediaan air, khususnya di wilayah-wilayah yang diprediksi mengalami kondisi Kering hingga Sangat Kering.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....