Kabut Asap Selimuti Banjarmasin, Aktivitas Warga Mulai Terganggu

  • 26 Agt 2026 09:04 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kabut asap kembali menyelimuti Kota Banjarmasin pada Rabu pagi, 26 Agustus 2026. Kondisi ini diduga berasal dari kiriman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di daerah tetangga, seperti Kota Banjarbaru dan sekitarnya.

Pantauan RRI menunjukkan kabut asap mulai terlihat sejak Selasa malam, 25 Agustus 2026. Dampak dari kabut asap ini pun mulai dirasakan oleh sebagian warga yang beraktivitas di jalan raya.

"Saya berangkat kerja kan pagi, kalau kondisinya seperti ini agak terganggu juga. Karena kalau bernapas itu jadi tidak enak," ujar Andika, salah seorang warga.

Andika yang harus menempuh perjalanan harian menuju wilayah Kabupaten Banjar mengaku pandangannya sedikit terganggu oleh paparan asap. Kondisi kabut asap di sepanjang jalan yang dilaluinya terasa semakin pekat pada titik-titik tertentu.

"Kalau di sekitar Gambut dan arah ke Banjarbaru itu kadang-kadang lebih pekat lagi. Kita susah juga jarak pandang jadi terbatas," ucapnya.

Kondisi serupa turut dirasakan Siti Bulqis, warga Banjarmasin lainnya. Kombinasi cuaca dingin dan aroma asap di udara mulai mengganggu kondisi fisiknya.

"Ini cuacanya juga dingin dan ditambah kabut. Jadi batuk-batuk dan bersin," katanya.

Aroma asap yang cukup menyengat membuat Bulqis memilih bersiap diri. Ia yang sehari-hari harus beraktivitas di luar rumah kini terpaksa kembali mengantisipasi diri dengan menggunakan masker.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin bergerak cepat memperketat langkah antisipasi dampak kabut asap. Pemkot resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4.3/1528/TL-DLH/VIII/2026 yang mengimbau masyarakat untuk kembali menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruang.

Sementara itu, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel hingga Rabu pagi, 26 Agustus 2026 pukul 09.38 WITA mencatat akumulasi karhutla menembus 1.949 kejadian. Total luasan lahan yang terdampak kini mencapai 9.605,35 hektare dengan sebaran hotspot sebanyak 11.751 titik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....