Kasus ISPA Meningkat Drastis, Kabut Asap Ancam Kesehatan Warga Kalsel
- 02 Agt 2026 16:27 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Seiring dengan meningkatnya intensitas kabut asap dalam beberapa pekan terakhir di sejumlah daerah di Kalimantan Selatan, kini mulai berdampak pada kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan mencatat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hingga Juli 2026, mencapai sekitar 7.000 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, dr. Diauddin, mengatakan angka tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Kenaikan kasus mulai terlihat sejak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti sejumlah wilayah di provinsi tersebut.
“Angka ISPA sudah mulai meningkat dua kali lipat. Jadi informasinya se-Kalsel itu sekitar 7 ribuan ISPA sampai bulan Juli ini, dan jika dibandingkan tahun sebelumnya ada peningkatan paling drastis sejak mulai kabut asap muncul,” ujar dr. Diauddin saat diwawancarai usai rapat di DPRD Kalsel, Rabu 29 Juli 2026.
Menurutnya, kasus terbanyak masih ditemukan di daerah dengan jumlah penduduk yang besar, yakni Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar. Wilayah-wilayah tersebut secara konsisten menjadi penyumbang angka ISPA tertinggi setiap kali terjadi kabut asap.
“Biasalah yang terbanyak itu selalu wilayah yang memang penduduknya banyak, Kabupaten Banjar, Banjarbaru, sampai Banjarmasin. Cuma yang jelas tiga kabupaten/kota itu selalu terbanyak,” katanya.
Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih berlangsung. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah juga dianjurkan guna mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan.
Menghadapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan juga mengusulkan tambahan anggaran sekitar Rp16 miliar dalam rapat bersama Badan Anggaran DPRD Kalimantan Selatan. Anggaran tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas layanan kesehatan dalam menghadapi dampak bencana kabut asap.
Dari total usulan anggaran tersebut, sekitar Rp1 miliar diprioritaskan untuk memperkuat Pusat Krisis Kesehatan yang berperan dalam penanganan kondisi darurat, termasuk dampak kebakaran hutan dan lahan. Langkah itu diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat selama musim kabut asap berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....