Miras dan Lem Kembali Hantui Siring Banjarmasin, Satpol PP Amankan Remaja
- 01 Agt 2026 14:03 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kawasan wisata tepian Sungai Martapura yang seharusnya menjadi ruang rekreasi keluarga kembali tercoreng. Dalam patroli rutin yang digelar Jumat malam, 31 Juli 2026, Satpol PP Kota Banjarmasin kembali menemukan sejumlah anak-anak dan remaja yang kedapatan mengonsumsi minuman keras serta menghirup lem di kawasan Siring Kampung Ketupat, Kelurahan Sungai Baru.
Temuan tersebut menjadi sinyal bahwa penyalahgunaan minuman keras dan zat adiktif di ruang publik masih menjadi pekerjaan rumah serius. Aktivitas para remaja itu dinilai mengganggu ketertiban umum sekaligus meresahkan masyarakat yang tengah menikmati suasana malam di salah satu destinasi wisata andalan Kota Seribu Sungai.
| Baca juga: BNN: Penyalahgunaan Lem Ancam Generasi Muda |
Patroli tidak hanya difokuskan di Siring Kampung Ketupat, tapi juga menyisir sejumlah titik keramaian dan ruang publik lain yang selama ini kerap menjadi lokasi berkumpulnya kelompok remaja pada malam hari. Mereka yang terbukti mengganggu ketertiban langsung diberikan pembinaan dan diminta membubarkan diri.
Kepala Satpol PP Kota Banjarmasin, Hendra, menegaskan patroli rutin akan terus dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan kawasan wisata dan ruang publik. "Patroli ini kami lakukan secara rutin, khususnya pada malam akhir pekan. Tujuannya memastikan kawasan wisata tetap aman, nyaman, dan bebas dari aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum maupun meresahkan masyarakat," ujar Hendra.
Menurutnya, hasil patroli kali ini menunjukkan masih adanya anak-anak dan remaja yang mengonsumsi minuman keras serta menghirup lem di ruang publik. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan mereka sekaligus mengurangi rasa aman bagi pengunjung kawasan wisata.
"Mereka langsung kami data, diberikan pembinaan, kemudian dibubarkan agar tidak mengulangi perbuatannya. Jika ditemukan masih di bawah umur, kami juga akan berkoordinasi dengan orang tua maupun instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut," ucapnya.
Hendra memastikan pengawasan akan diperketat di sejumlah lokasi yang selama ini dianggap rawan menjadi tempat berkumpul pada malam hari. Menurutnya, keberhasilan menjaga ketertiban umum tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.
"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat sangat penting agar ruang-ruang publik di Banjarmasin tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua orang. Kami juga mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya, terutama saat malam hari," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....