Lapangan Basket Siring Terdampak Proyek Veteran, Pemko Banjarmasin Buka Suara
- 12 Jun 2026 14:03 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pembangunan pintu air dalam program National Urban Flood Resilience Project (NUFRep) di kawasan Siring Pierre Tendean mulai memakan korban fasilitas publik. Lapangan basket yang berada di dekat Patung Bekantan kini terpaksa ditutup sementara karena sebagian areanya digunakan untuk mendukung pengerjaan proyek strategis tersebut.
Penutupan lapangan ini sontak menjadi perhatian masyarakat, terutama kalangan pecinta olahraga yang selama ini menjadikan fasilitas tersebut sebagai tempat beraktivitas.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, membenarkan bahwa sebagian area lapangan basket dipakai sebagai lokasi penempatan material konstruksi dan alat berat milik Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III.
Menurutnya, penggunaan fasilitas tersebut telah melalui prosedur resmi setelah BWS menyampaikan surat permohonan kepada Pemerintah Kota Banjarmasin. “Memang di surat tersebut ada pemanfaatan penggunaan salah satu lapangan basket dan itu separuh lapangan basket yang digunakan untuk menaruh tiang-tiang atau alat berat. Karena situasinya menggunakan crane, di situ tidak ada space lain untuk menaruh material berat tersebut,” kata Sabil.
Meski hanya setengah lapangan yang terdampak, Disbudporapar memutuskan menutup seluruh area lapangan demi menghindari risiko kecelakaan selama proyek berlangsung. Sabil menegaskan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan aspek keselamatan pengguna lapangan, khususnya para atlet dan masyarakat yang rutin berolahraga di kawasan Siring.
“Takutnya nanti kalau terjadi apa-apa, risikonya sangat besar bagi pemain. Sementara untuk lapangan yang satunya lagi tetap bisa digunakan,” ujarnya.
Di tengah kekhawatiran masyarakat terkait dampak proyek terhadap fasilitas publik, Pemko Banjarmasin memastikan kondisi lapangan basket tidak akan dibiarkan rusak. Disbudporapar mengaku terus melakukan pengawasan selama proses pembangunan berlangsung.
Sabil menyebut kontraktor pelaksana bersama instansi terkait telah berkomitmen memperbaiki dan mengembalikan kondisi lapangan setelah proyek selesai dikerjakan. “Kalau ada kerusakan, tentu menjadi tanggung jawab pihak pelaksana untuk melakukan pemulihan. Yang jelas, kondisi lapangan nantinya akan dikembalikan seperti semula agar bisa kembali dimanfaatkan masyarakat,” ucapnya.
Namun di balik penutupan sementara lapangan basket, Pemko melihat proyek NUFRep sebagai peluang besar untuk mempercantik salah satu ikon wisata Kota Banjarmasin. Kawasan Pierre Tendean disebut akan mendapatkan sentuhan penataan baru, mulai dari pembenahan area sekitar Patung Bekantan hingga revitalisasi air mancur yang selama ini menjadi daya tarik pengunjung.
Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah penerapan sistem otomatis pada air mancur Patung Bekantan. Dengan teknologi tersebut, jadwal pancuran air akan lebih teratur dan dapat menjadi atraksi wisata yang lebih menarik.
“Kita menginginkan nanti mesinnya secara otomatis berjalan, sehingga masyarakat dan wisatawan sudah tahu di jam-jam berapa saja air itu akan memancar, termasuk bagaimana pengaturan pancurannya,” ujar Sabil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....