Krisis Listrik Merambah Layanan Nyawa, Stok Darah di Banjarmasin Terancam

  • 30 Jul 2026 08:55 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Dampak pemadaman listrik bergilir di Kota Banjarmasin kini tak lagi sebatas mengganggu aktivitas warga maupun dunia usaha. Krisis pasokan listrik mulai menyentuh layanan kemanusiaan yang berkaitan langsung dengan keselamatan nyawa pasien.

Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Banjarmasin menjadi salah satu fasilitas vital yang terdampak. Ketidakstabilan pasokan listrik memaksa petugas mengandalkan genset selama pemadaman demi memastikan kantong darah tetap tersimpan pada suhu sesuai standar.

Situasi tersebut menjadi perhatian serius mengingat kualitas darah harus dijaga setiap saat sebelum didistribusikan kepada rumah sakit dan pasien yang membutuhkan transfusi. Kepala UDD PMI Kota Banjarmasin, Ramadhan Supit, menegaskan pelayanan darah tidak boleh terhenti dalam kondisi apa pun, meski pemadaman listrik terus terjadi.

"Layanan PMI berjalan selama 24 jam dan kami harus memastikan darah tetap tersimpan pada suhu yang sesuai standar. Ketika listrik padam, kami terpaksa mengandalkan genset agar kualitas darah tetap terjaga," ujarnya.

Ramadhan mengungkapkan, penggunaan genset secara terus-menerus memang mampu menjaga sistem pendingin tetap beroperasi. Namun di sisi lain, kondisi tersebut meningkatkan biaya operasional sekaligus menyisakan risiko apabila sistem cadangan mengalami gangguan.

Ia menilai listrik yang andal seharusnya menjadi prioritas bagi fasilitas pelayanan kemanusiaan yang setiap hari menyimpan stok darah untuk kebutuhan pasien. "Kami berharap fasilitas pelayanan seperti PMI menjadi salah satu prioritas dalam penanganan ketika terjadi gangguan kelistrikan. Yang kami jaga bukan hanya peralatan, tetapi juga kualitas darah yang nantinya akan digunakan untuk menyelamatkan pasien," katanya.

Menurut Ramadhan, setiap gangguan pasokan listrik berpotensi menghambat seluruh rangkaian pelayanan darah. Mulai dari proses penyimpanan, pemeriksaan hingga distribusi ke rumah-rumah sakit apabila tidak segera ditopang sistem cadangan yang memadai.

Di tengah krisis listrik yang belum juga berakhir, kondisi yang dialami PMI menjadi gambaran bahwa dampak pemadaman bergilir telah memasuki sektor pelayanan publik yang paling vital. Bukan lagi sekadar persoalan kenyamanan masyarakat atau terganggunya aktivitas ekonomi, tetapi menyangkut layanan kemanusiaan yang menjadi penopang keselamatan pasien.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....